Ketua KNPB Wilayah Mnukwar Alexander Nekenem diringkus polisi saat demonstrasi di Manokwari

KNPB: Ada Pembungkaman Demokrasi di Papua

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com—– Juru Bicara Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Sorong Raya Agustinus Aud alias Gusti Prabu menuding telah terjadi pembungkaman demokrasi di Papua.

Hal ini disampaikan Gusti menyusul gagalnya KNPB serta beberapa organ perjuangan di wilayah kepala burung melakukan doa bersama di Gereja Enaratoli Kampung Baru Kota Sorong, Kamis (28/5/2015).

Dalam penyampaianya Gusti menegaskan pihak TNI Polri telah melakukan pembungkaman dari sejumlah pergerakan organ perjuangan di wilayah kepala burung.

“Ada intimidasi dan blokade yang dilakukan aparat sehingga kita tidak bisa melakukan ibadah bersama di gereja Enaratoli sebagaimana yang direncanakan sebelumnya, dan kami merasa sangat kecewa,” ujar Gusti Prabu saat menggelar jumpa pers di sekretariat KNPB di Jln F. Kalasuat Malanu Kampung Kota Sorong, kemarin.

Gusti mengatakan pihak TNI Polri seharusnya tidak perlu melakukan tindakan keras kepada KNPB karena pihaknya merasa bukan sebagai kelompok kriminal mengingat apa yang diperjuangkan sesuai dengan kerinduan rakyat Papua yang telah merdeka sejak tahun 1963 lalu.

“KNPB bukan kriminal, kami memperjuangkan hak kami sesuai mekanisme diplomasi, KNPB ada sebelum NKRI ada di Papua, adanya pembungkaman seperti ini maka kami merasa didiskriminasi,” ungkapnya.

Sebelumnya KNPB Sorong Raya berencana melakukan giat ibadah bersama di Gereja Enaratoli, Belakang Hotel Waigo Kampung Baru Kota Sorong Kamis (28/5). Ibadah yang akan dihadiri seluruh tokoh dari organ-organ perjuangan di wilayah kepala burung itu bertujuan untuk mendoakan KTT Melanesian Spearhead Group (MSG) untuk mendorong proses refrendum bagi bangsa Papua.

Rencana giat tersebut sempat mendapat larangan keras dari pihak Polda Papua Barat. Melalui Kapolda Brigjen Pol Drs. Paulus Waterpauw menegaskan agar KNPB menghentikan segala aktifitasnya karena jika tidak akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.

“KNPB merupakan afiliasi papua merdeka dan itu dilarang karena melawan negara jadi hentikan, kalau tidak akan kita lakukan tindakan tegas” ungkap kapolda saat ditemui di seputaran Mapolres Sorong Kota Rabu (27/5/2015).| NASIR