Pangdam XVIII/ Kasuari Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau.

Kodam dirikan pos di perbatasan Papua Barat

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Komando Daerah Militer XVIII/Kasuari telah mendirikan pos penjagaan di daerah perbatasan Provinsi Papua Barat dan Papua.

Pangdam XVIII/ Kasuari Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau di Manokwari, Selasa, mengatakan, pos penjagaan didirikan di wilayah Amor, Kaimana. Daerah ini merupakan perbatasan antara Papua Barat dan Papua.

Dia menyebutkan, sejuah ini belum ada aktivitas penambangan ilegal di wilayah tersebut. Belum lama ini, ia mengunjungi daerah ini untuk meninjau pos sekaligus kondisi keamanan wilayah.

“Aktivitas masih normal, memang ada potensi emas di sana. Makanya kami berharap segera ada batas yang jelas sehingga kedepanya tidak timbul masalah,” katanya.

Dia mengutarakan, hal serupa terjadi di perbatasan antara Papua Barat dan Maluku Utara yang berada di kepulauan Raja Ampat.

Di lokasi tersebut, katanya, belum ada batas yang jelas. Sejauh ini situasi masih cukup aman dan belum ada aktivitas mencurigakan.

Ia optimistis tidak akan ada konflik antar masyarakat dan daerah jika persoalan batas wilayah tersebut di selesaikan secara baik dengan melibatkan daerah yang bersangkutan.

“Biasanya yang ribut itu ketika ada potensi kekayaan diperbatasan yang sudah digarap. Itu yang sering memicu persoalan,” ujarnya lagi.

Menurutnya, kendala yang masih dihadapi di daerah-daerah perbatasan antara lain terkait transportasi, terutama Raja Ampat yang sebagian besar merupakan wilayah kepulauan.

“Saya sudah menyampaikan kepada pemerintah Raja Ampat dan Bupati sangat merespon,” pungkasnya. (ibn)

 

Leave a Reply

%d bloggers like this: