Pangdam VXIII/Kasuari Mayjen TNI Onesimus Wayangkau (tengah) didampingi Kepala Pusat Penerangan Kodam Kolonel TNI AD Wahyu Handoyo (kiri).

Kodam Kasuari Buka Penerimaan Catam Perdana

MANOKWARI – Komando Daerah Militer (Kodam) XVIII/Kasuari membuka penerimaan Calon prajurit tamtama atau Catam. Pendaftaran dibuka mulai  hari Jumat (17/02) hingga Selasa (28/02) mendatang.

“Animo para pemuda untuk mendaftar sebagai prajurit sapta marga cukup besar. Target kami, jumlah penerimaan perdana sekitar 130 prajurit. Persentasenya 80 persen diambil dari Orang Asli Papua (OAP) sisanya diperuntukan buat umum,” jelas Panglima Kodam XVII /Kasuari Mayjen TNI Onesimus Wayangkauw saat ditemui baru – baru ini.

Dijelaskan, pertimbangan diambil pemuda lokal lebih banyak  dikarenakan jika diambil dari luar daerah maka dikuatirkan kedepan terjadi pergeseran pasukan.

“Kebijakan 80 dan 20 persen ini merupakan upaya mengeleminir persoalan personalia. Sebab jika diambil banyak dari luar  selain soal tempat tinggal, apabila bertugas 10 hingga 20 tahun, kemudian minta pulang ke daerahnya akan menjadi masalah. Kalau saya tidak kasih pulang kan kurang manusiawi, tapi kalau di kasih pulang yaa habis personil di sini,” terangnya.

Lebih jauh disampaikan,  setelah penerimaan Catam diawal tahun 2017,  pada pertengahan  akan dilakukan penerimaan Secaba atau calon bintara. “Akhir tahun juga ada gelombang ke dua penerimaan Catam,” papar Pangdam.

Penerimaan ini, lanjut Pangdam Wayangkauw, di lakukan secara terbuka dan tanpa dipungut biaya. “ Apabila ada transaksi atau calo, silahkan warga laporkan. Tentu kami akan berikan sanksi tegas,” tukasnya.  

 Ka Ajendam Kodam Kasuarai Letnan Kolonel Caj Gusnandar saat ditemui Senin (20/02) kemarin, mengatakan, saat ini pendaftar yang terdata sebanyak 473 peserta. “Penerimaan dikoordinir panitia daerah di Sorong, Kodim Manokwari, Kodim Fakfak serta Koramil  Bintuni, Wasior, Maybrat dan Raja Ampat,” ujarnya.

Diinformasikan, pada awal Maret mendatang agendanya cek awal meliputi administrasi, jasmani  kesehatan dan mental ideologi.“Minimal usia pendaftar 17 tahun dan maksimal 22 tahun. Untuk penguji dilakukan langsung oleh tim dari Mabes AD,” tutupnya. (MAR)

Tinggalkan Balasan