Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat Letnan Jenderal TNI Tatang Sulaiman disambut oleh Bupati Mansel Markus Waran bersama DPRD dan masyarakat.

Kodam Kasuari masih butuh 51% personil

RANSIKI, Cahayapapua.com— Wakil Kepala Staf angkatan Darat Letjen TNI Tatang Sulaiman kepada masyarakat Manokwari Selatan saat berkunjung ke daerah tersebut beberapa waktu lalu membeberkan kebutuhan personil di Kodam XVIII Kasuari.

Disampaikan, saat ini Kodam masih membutuhkan 51 persen personil. Diharapkan kekosongan ini dapat diisi oleh putra putri asli Papua.

Wakasad yang hadir dalam rangka meninjau perkembangan pembangunan Mako Rindam di Distrik Momiwaren, meminta supaya masyarakat asli Papua bisa mempersiapkan diri dengan baik, untuk menyambut rencana pembukaan Rindam pada Oktober atau Nopember tahun ini.

Ia mengaku sangat mengharapkan untuk setiap pengangkatan, kuota 80 persen untuk OAP dan 20 persen untuk umum bisa tercapai.

Mantan Kasdam Kasuari ini mengaku, pihaknya tidak akan bisa menentukan kuota tersebut bisa terpenuhi atau tidak, namun hanya bisa dijawab oleh kesiapan anak-anak Papua sendiri.

“Peluang ini sudah di buka oleh pemerintah pusat, tapi kami sendiri tidak punya kuasa untuk menentukan, yang bisa menentukan ini bisa terjawab atau tidak adalah bapak/ibu dan adik-ade sekalian, caranya bagaimana, persiapkan diri dengan baik, agar bisa melalui tahapan dan seleksi penerimaan calon prajurit TNI,” jelasnya.

Wakasad secara garis besar juga menyampaikan bahwa untuk menjadi anggota TNI seseorang harus memiliki fisik yang kuat dan juga sehat secara jasmani, kemudian diikuti dengan mental yang baik dan juga pendidikan dasar yang mapan.

“Oleh sebab itu, saya minta dengan sangat, agar anak-anak kita mulai di persiapkan dari sekarang, tidak seorang pun mampu menentukan lulus tidaknya seseorang dalam seleksi selain dirinya sendiri, sebab terkait dengan hal ini dasar dan ketentuannya sudah ada,” tambahnya.

Ia juga menegaskan, pembangunan Rindam sebagai lembaga pendidikan untuk calon prajurit TNI adalah merupakan peluang yang sangat besar untuk anak-anak asli Papua, namun juga sekaligus sebagai tantangan yang harus ditaklukan, sebab peluang tersebut harus didapatkan dengan perjuangan yang matang. |Soetanto

Leave a Reply

%d bloggers like this: