Pemkab Mansel bersama Pemkab Teluk Wondama mengadakan Semiloka Pemberdayaan – Komunitas Adat Terpencil di Manokwari Selatan.

Komunitas masyarakat adat terpencil Kemensos gelar Semiloka di Mansel

MANSEL, Cahayapapua.com— Direktur Pemberdayaan Komunitas Masyarakat Adat Terpencil (P-KAT) Kementerian Sosial RI, Hasbula, pekan lalu, berkunjung ke kabupaten Manokwari Selatan.

Di sini, Hasbula mengadakan pertemuan ilmiah atau semiloka dihadapan pemangku kepentingan di daerah tersebut dan Bupati Pemda Teluk Wondama dan sejumlah pejabat daerah setempat.

Selaku tuan rumah, Bupati Mansel, Markus Waran, menginstruksikan instansi teknis yang bertugas menangani program P – KAT untuk menyampaikan data dan fakta secara valid sesuai kondisi di lapangan.

“Kepada seluruh stakeholder yang berkepentingan agar memberikan data yang sebenar-benarnya,” tegasnya.

Kepala Dinas Sosial Tenaga kerja dan Transmigrasi Kabupaten Mansel Demianus Demhi, menjelaskan, semiloka ini dimaksudkan untuk memaparkan hasil kajian pengembangan program kepada masyarakat adat dan para pemangku kepentingan di lokasi sasaran program.

“Semiloka ini sekaligus menjaring masukan demi kelengkapan data untuk menunjang pengusulan ke pemerintah pusat,” terangnya.

Sementara itu, Hasbullah dalam sambutannya, mengatakan, data yang disampaikan dalam semiloka ini sangat dibutuhkan dalam  bidang penyelenggaraan kesejahteraan.

“Ada beberapa kriteria tertentu dari P – KAT. Yakni terpencil, cenderung  terpisah dan komunitas. Komunitas tersebut  biasanya terpisah, tidak menyatu dalam RT atau desa. Ini yang perlu diskusikan secara mendetail,” terangnya dalam kegiatan semiloka tersebut. (acm)

Tinggalkan Balasan