Kontraktor Kapal Kargo Sorsel Mangkir dari Panggilan Polda

MANOKWARI, Cahayapapua.com—– Polda Papua Barat menyatakan telah memeriksa 7 saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan kapal cargo yang dianggarkan melalui APBD Kabupaten Sorong Selatan tahun 2007.

Direktur PT Indo Nur Jaya MN, kontraktor dalam pengadaan kapal tersebut sampai saat ini masih sebagai saksi meski begitu yang bersangkutan mangkir dari panggilan penyidik untuk bersaksi.

“MN sudah satu kali dipanggil Polres Sorsel dan satu kali dipanggil penyidik Ditreskrimsus Polda Papua Barat, namun tidak mau memenuhi panggilan. Kami akan mengeluarkan surat pemanggilan lagi,” ujar Kabid Humas Polda Papua Barat AKBP. Johan H Sitorus baru- baru ini.

Anggaran pengadaan kapal cargo senilai Rp. 4,4 miliar bersumber dari APBD Kabupaten Sorsel pada Dinas Perhubungan setempat tahun 2007 yang pengadaannya dilakukan oleh PT. Indo Nur.

Menurut Kepala BPKAD Sorsel dalam kesaksian kepada polisi, kapal kargo tersebut sesuai rencana pemda akan dijadikan sebagai aset daerah.

Namun menurut kepolisian, PT. Indo Nur hanya membeli kapal bekas. Kapal tersebut juga tidak diserahkan langsung kepada pemda setempat tapi digunakan PT Indo Nur selama 5 tahun sebelum digunakan Pemda Sorsel.

Penyidik juga menemukan perusahaan tersebut ternyata baru didirikan pada tahun 2007, hanya berselang 1 bulan sebelum mendapat pekerjaan pengadaan kapal kargo itu. Sialnya kapal tersebut ternyata yang sudah dibeli sejak tahun 2006.

Sitorus mengatakan, penyidik Polda sejauh ini masih membutuhkan keterangan saksi ahli untuk melakukan penghitungan kerugian negara. “Setelah itu akan dilakukan gelar perkara untuk menentukan tersangka,” katanya. (MAR)

 

Tinggalkan Balasan