Ilustrasi

Kooperatif, Tersangka YR Tidak Ditahan

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Kasus dugaan korupsi pembangunan Kantor KONI Papua Barat kini memasuki babak baru dalam penetapan tersangka.

Penyidik Ditreskrimsus Polda Papua Barat, baru baru ini, telah menetapkan mantan Pelaksana Harian KONI Papua Barat berinisial YR sebagai tersangka.

Berbeda dengan AR (tersangka lain,red), karena koperatif YR hingga kini belum ditahan alias wajib lapor.

“YR tak perlu buru – buru di tahan selagi yang bersangkutan kooperatif. Itu pun (penahanan) sepenuhnya wewenang penyidik,” kata Kabid Humas Polda Papua Barat AKPB. Johan H. Sitorus kepada Cahaya Papua, Kamis (6/4) di ruang kerjanya.

Sebelumnya, penyidik Polda Papua Barat telah menahan tersangka lainnya yaitu AR yang sedang menjalani masa tahanan, menunggu proses P21 dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua. Dugaan kasus korupsi pembangunan kantor KONI Papua Barat tahun 2012 nilainya sebesar Rp 26,7 miliar.

AR dijerat dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010, pasal 27 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). AR sebelumnya di tangkap Penyidik Polda Papua Barat di Bandara Sultan Hasanudin Makssar 26 Januari 2016 lalu. (MAR)

Tinggalkan Balasan