Kampung Mansaburi dan Wariori Indah Berunjuk Rasa di Kantor Bupati, Senin (9/2/2015), mendesak Pemda segera menormalisasi sungai Wariori. Warga kuatir banjir akibat meluapnya kali Wariori kembali terjadi. |Dokumentasi CAHAYAPAPUA.com

Korban Banjir Manokwari Desak Pemda Normalisasi Sungai Wariori

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com—- Masyarakat Kampung Wariori Indah dan Kampung Mansaburi, Distrik Masni yang menjadi korban banjir akibat meluapnya Kali Wariori mendesak Pemkab Manokwari segera melakukan normalisasi Sungai Wariori.

Warga dua kampung itu termasuk juga Kampung Igor mengaku kuatir, curah hujan yang tinggi belakangan ini membuat Kali Wairori bisa sewaktu-waktu meluap dan mengancam keselamatan mereka yang tinggal di sepanjang aliran kali.

Desakan itu disampaikan secara terbuka dalam unjuk rasa damai di kantor bupati Manokwari di Sowi Gunung, Senin pagi (9/2/2015). Aksi itu melibatkan puluhan warga kedua kampung itu.

“Kami datang ke sini bukan untuk meminta bantuan ini dan itu dari Pemda karena banjir itu murni bencana alam. Tuntutan kami hanya minta agar Pemda memberikan solusi langsung dengan melakukan normalisasi Kali Wariori agar tidak lagi mengancam warga kampung yang berada di sekitarnya, “ kata Robertus Gasang, Kepala Kampung Mansaburi yang juga selaku koordinator aksi.

Dikatakannya, tanggul dari tumpukan material yang dibangun usai kejadian banjir tahun lalu sudah tidak berfungsi lagi karena telah tergerus banjir. Karenanya, tidak ada pilihan lain selain membangun tanggul permanen.

“Kalau tidak maka kalau Kali Wairori meluap lagi, warga di sana akan datang menginap di kantor bupati,” tandas Gasang yang juga sebagai ketua kelompok siaga bencana Kampung Mansaburi.

Menanggapi tuntutan warga, Sekda FM. Lalenoh yang menemui massa mengatakan, Pemda telah membentuk tim terpadu untuk menindaklanjuti kondisi terkini yang dialami warga di sepanjang DAS Kali Wariori. Tim tersebut diketuai oleh Asisten I dengan melibatkan Dinas Sosial, Dinas Kesehatan serta beberapa SKPD terkait lainnya.

“Saya perintahkan tim terpadu ini segera menuju lokasi untuk mengetahui kondisi masyarakat dan merencanakan hal-hal yang perlu dilakukan untuk menangani (potensi) banjir ini, “ kata Lalenoh sembari meminta warga untuk bersabar.

Sementara itu, Anggota DPR Papua Barat, Marinus Mandacan, ditempat terpisah mengingatkan Pemda Manokwari dan provinsi untuk segera menyikapi musibah banjir yang terjadi di kampung Wariori dan Mansaburi.

“Masyarakat sudah sampaikan aspirasi kepada pemerintah daerah. Saya sampaikan kepada pemerintah di tingkat provinsi dan kabupaten untuk jeli melihat persoalan ini. Jangan lambat ambil tindakan, sehingga tidak ada korban jiwa. Karena kita juga yang akan menanggung kerugian jika dampaknya meluas,” kata Marinus.

Menurut Marinus, perbaikan dari aspek lingkungan, seperti pemulihan atau normalisasi sungai dan penataan kembali daerah-daerah vegetasi sudah harus segera dilakukan. “Waktu di kabupaten, kami sudah dorong kepada pemda, tapi belum ada realisasi dari rencana yang sudah diputuskan saat itu. Kedepan, ini harus cepat melihat dampak lingkungan. Dan terkait perkebun kelapa sawit penting juga, tapi pemerintah perlu kira-kira harus menjaga keberadaan kampung yang ada,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Fraksi PDI Perjuangan, DPRD Kabupaten Manokwari, Rahman Manganti mengatakan dampak dari musibah banjir yang melanda kampung Wariori dan Mansaburi telah dirasakan pada tahun 2014 lalu.

“Sudah kami dorong untuk memprioritaskan pembangunan di tingkat kampung. DPRD sudah usulkan, tapi yang mengeksekusi adalah pemerintah daerah,” singkat Rahman Manganti. |ZACK TONU BALA | CR-73

Tinggalkan Balasan