Banjir luapan sungai Wariori yang menggenangi pemukiman warga di Kampung Wariori, Jumat Siang 13 Februari 2015. Selain rumah, ada puluhan lahan pertanian terancam gagal tanam. | CAHAYAPAPUA.com | Zack Tonu Bala

Korban Banjir Manokwari Hadang Rombongan Komisi V DPR RI

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com— Sekelompok warga dari Kampung Wariori dan Kampung Mansaburi, Distrik Masni yang menjadi korban banjir akibat meluapnya Kali Wariori nekat menghadang rombongan Komisi V DPR RI yang sedang melakukan perjalanan dari kota Manokwari untuk meninjau pembangunan bendung Kali Wariori, Senin (23/2/2015) siang.

Warga yang berjumlah sekitar 20 orang itu mencegat rombongan yang pada saat itu tengah melakukan iring-iringan persis di depan jalan simpang menuju kampung Kenyum, di SP-5.

Setelah rombongan berhenti, massa yang merupakan gabungan penduduk lokal dan warga transmigrasi itu membentangkan beberapa poster yang berisi desakan agar pemerintah secepatnya menormalisasi Kali Wariori.

Mereka juga meminta pemerintah memperhatikan lahan pertanian mereka yang rusak diterjang banjir sehingga mereka terancam gagal panen.

Didampingi Bupati Manokwari Bastian Salabai, Wakil Ketua Komisi V Michael Wattimena selaku ketua tim bersama dengan anggota komisi V lainnya kemudian turun dari kendaraan masing-masing menemui warga.

Kepada warga korban banjir Wattimena menjanjikan bantuan dana dari APBN untuk penataan aliran Kali Wariori.

“Kami sudah mendapat surat permohonan dari Bupati Manokwari.  (APBN) Tahun 2015 ini tidak bisa karena sudah lewat, tapi akan kami usahakan dari jalur yang lain sehingga tahun ini ada 10 miliar untuk normalisasi sungai Wariori, “ ujar Wattimena disambut aplaus panjang dari warga.

Kepada wartawan di sela-sela peninjauan Bendung Kali Wariori, politisi partai Demokrat itu menjelaskan, dana Rp 10 miliar yang dijanjikan untuk normalisasi Kali Wariori tidak termasuk dalam anggaran pembangunan Bendung.

Anggaran itu menurutnya sebagai respon pemerintah  setelah mengetahui langsung dampak banjir yang dirasakan masyarakat. Karena itu selaku pimpinan komisi V, dirinya mendorong agar ada anggaran dari APBN lewat  Balai Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum untuk penataan jalur aliran Kali Wariori.

“Melihat begitu besar dampaknya maka kami melalui bupati dan balai SDA kami merespon itu maka dalam APBN tahun 2015 ada intervensi dalam rangka normalisasi sungai wariori agar dampaknya tidak besar lagi, “ kata Wattimena.

“10 miliar itu berbeda, ini sifatnya insiden yang pada bersamaan kebetulan sedang dibahas makanya dimasukan untuk membantu masyarakat. Apalagi saya sendiri sebagai anggota DPR dari Dapil sini masa tidak bisa membantu masyarakat, “ sambung mantan aktivis KNPI ini.

Setelah mendengar langsung penjelasan Maikel Watimena, warga pun kembali membuka jalan dan mempersilahkan rombongan Komisi V DPR-RI ini untuk melanjutkan perjalan menuju lokasi yang akan ditinjau. |ZACK TONU BALA

Tinggalkan Balasan