Anak-anak korban banjir Kampung Mansaburi dan Wariori SP 8 Distrik Masni Manokwari bermain di lokasi pengungsian SP 8. Hingga Sabtu 28 Februari 2015 korban banjir masih bertahan di pengungsian. | CAHAYAPAPUA.com | Duma Tato Sanda

Korban Banjir Mansaburi Masih Bertahan di Tenda Pengungsian

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com—- Hampir 400 jiwa korban banjir sungai Wariori dari Kampung Mansaburi dan Wariori masih bertahan di lokasi pengungsian sejak banjir besar menerjang daerah tersebut, Sabtu (21/2/2015) lalu.

Relawan tanggap darurat bencana atau Kelompok Siaga Bencana Kampung (KSBK) menyatakan pengungsi terdiri atas 88 KK atau 333 jiwa warga Mansaburi dan 18 KK atau 66 jiwa dari Kampung Wariori SP 8.

“Mereka ini mengungsi sejak 21 Februari 2015,” kata koordinator KSBK Robertus Gassang di posko pengungsian SP 8, Kamis (26/2/2015).

Menurut Gassang, hingga kini masih berlaku tanggap darurat bencana karena kampung Mansaburi dan sebagian Wariori dianggap belum aman untuk ditinggali. “Kemungkinan kami bertahan satu pekan kedepan,” kata dia.

Kampung belum dianggap aman karena hingga kini air di sejumlah titik belum benar-benar surut. Selain itu, daerah ini kemungkinan masih akan dilanda hujan beberapa hari kedepan, yang masih berpontensi menyebabkan banjir.

Di lokasi yang sama, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Manokwari Raimond Yap mengatakan, tanggap darurat akan diberlakukan 14 hari sejak bencana.

Jika kampung sudah dianggap aman untuk kembali ditinggali, yang akan dilakukan ialah pemulihan. “Termasuk pembersihan  rumah warga dan penanganan sungai (Wariori),” kata Raimond.

Sementara itu, Bupati Manokwari Bastian Salabai pada Kamis tersebut menyerahkan sejumlah bantuan kepada korban banjir di pengungsian. Bantuan terdiri atas beras, supermi, ikan kaleng, air mineral, susu kaleng, minyak goreng, juga bumbu dapur, termasuk peralatan mandi dan sejumlah obat-obatan.

Kampung Mansaburi tercatat pernah dilanda banjir pada tahun 2013 dan 2014. Banjir 2014 lebih besar dari 2013 yang memicu pengungsian selama beberapa hari. |DUMA TATO SANDA

Tinggalkan Balasan