Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan melihat langsung lokasi yang akan dijadikan hunian tetap korban kebakaran Borobudur.

Korban Kebakaran Borobudur Segera Direlokasi

MANOKWARI, Cahayapapua.com—- Pemerintah Kabupaten Manokwari segera merelokasi warga korban kebakaran di kompleks Borobudur namun sebelum itu Pemda akan akan menyiapkan hunian sementara (Huntara).

Hal itu disampaikan Bupati Manokwari, Paulus Demas Mandacan saat melakukan pertemuan bersama para korban. Turut hadir dalam pertemuan itu, ketua DPRD Manokwari, Dedy May, Wakil ketua, Frengky Awom, Wakil ketua, Daud Ullo, Wakil ketua komisi B, Kapolres Manokwari serta Kepada BPBD Kabupaten Manokwari, Raymond Yap.

“Kita segera tinjau lokasi untuk membangun huntara supaya bisa merelokasi warga. Awalnya, Kita mau relokasi warga ke BLK tetapi tidak jadi. Warga tidak boleh lagi membangun di area yang kebakaran,” kata bupati Demas, Sabtu (20/8).

Menurut bupati, lokasi yang akan dibantun huntara tidak jauh dari laut. Rencana pembangunan huntara akan dilaksanakan dalam pekan ini. Untuk itu, Demas berharap warga korban kebakaran mendukung rencana pemerintah ini.

“Kami targetkan pembangunan huntara diselesaikan dalam tiga minggu. Soal anggaran kita akan koordinasikan dengan DPRD Manokwari agar dimasukan kedalam APBD-perubahan Tahun Anggaran 2016,” ujar Demas.

Dedy May, mendukung kebijakan merelokasi warga borobudur. Ia meminta, saat warga menempati huntara, pemerintah perlu menyiapkan kebutuhan konsumi. Ini bisa disiasati dengan pendirian dapur umum.

Raymond Yap berharap, warga tidak lagi melakukan proses pembangunan di lokasi kebakaran, Borobudur. “Dalam hunian sementara nanti juga akan disiapkan sarana kesehatan maupun dapur umum,” katanya.

Disisi lain, rencana relokasi warga mendapat tanggapan positif. Kendati demikian, sejumlah persoalan mendesak dan membutuhkan perhatian pemerintah.

Ketua Forum PRB, Ronni mengatakan, korban kebakaran membutuhkan tenda, air bersih dan termasuk. Sebab, tenda yang dipakai saat ini sudah mulai bocor termasuk belum adanya penampungan air bersih.

“Masalah lainnya, adalah diantara korban kebakaran ada anak-anak yang masih bersekolah. Mereka ini membutuhkan perhatian terkait peralatan sekolah,” katanya.

Ronni menambahkan, tercatat ada 98 kepala keluarga dan 331 jiwa yang menjadi korban kebakaran di kompleks borobudur yang terjadi pada bulan Juli lalu. Pada kesempatan ini, Pemda dan DPRD kembali menyerahkan bantuan bahan makanan kepada warga, untuk persediaan beberapa hari kedepan. (ALF)

Tinggalkan Balasan