Kasat Reskrim Polres Sorong Kota Dodi Pratama, S.Ik

Korupsi Pembangunan Asrama Mahasiswa Tunggu Hasil Audit

SORONG, Cahayapapua.comTerkait kasus korupsi Asrama Mahasiswa Kabupaten Tambrauw sampai saat ini belum ada penyelesaian di tingkat kepolisian.

Sebagaimana dikatakan Kasat Reskrim Polres Sorong Kota Dedi Pratama, S.Ik kepada koran ini, bahwa Penyidik Kepolisian Sorong Kota meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan audit guna kepentingan penyelidikan dugaan korupsi proyek pembangunan asrama mahasiswa Kabupaten Tambrauw.

“Minggu depan pihak kami akan naikkan sidik satu orang dan untuk sementara ini kami belum bisa beritahukan siapa yang akan kami sidik karena pasalnya belum pada tahapan penyidikan,” tegas Dedi, Kamis (10/3/2016).

Lebih lanjut dikatakan, pihaknya masih menunggu hasil audit BPK untuk memastikan kerugian yang dialami negara dalam proyek tersebut, sehingga dapat dilakukan proses hukum lebih lanjut.

Ia mengungkapkan, jika hasil audit BPK terdapat kerugian Negara, penyidik Polres Sorong Kota akan menetapkan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas proyek itu sebagai tersangka guna proses hukum lebih lanjut.

Dodi mengatakan, dari satu bulan pekan lalu penyidik Polres Sorong Kota sudah memeriksa 20 saksi yaitu Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat selaku penyelenggara proyek pembangunan asrama tersebut.

“Kami sudah memeriksa 20 saksi dalam kasus Korupsi Asrama Mahasiswa Kabupaten Tambrauw,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, proyek pembangunan asrama mahasiswa Kabupaten Tambrauw di Kota Sorong bersumber dari APBD Provinsi Papua Barat tahun anggaran 2014 senilai Rp1,9 miliar.

“Anggaran proyek pembangunan tersebut sudah dicairkan 100 persen, tetapi bangunan belum diselesaikan hingga sekarang dan kondisi fisik bangunan tidak sesuai dengan anggaran yang sudah dicairkan,” tuturnya. |NASIR

Tinggalkan Balasan