ilustrasi

Korupsi PNBP Bintuni: Sidang Djanuri Hadirkan Dua Saksi Mahkota

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com – Sidang kasus dugaan korupsi dana Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dengan terdakwa Mantan Bendahara Kantor UPP Kelas III Bintuni, Djanuri menghadirkan dua saksi mahkota, yakni Tavip Onisias Manobi dan Samsul Alam Syam. Persidangan dipimpin Ketua Majelis Hakim Aris S. Harsono.

Manobi dan Samsul merupakan eks Kepala Kantor UPP Kelas III Bintuni yang juga terbelit kasus yang sama dalam berkas yang terpisah. Dari pantauan koran ini, Manobi memberikan keterangan berbelit-belit sehingga proses persidangan berjalan tiga jam.

Menurut keterangan Manobi, ia tidak pernah tahu soal adanya dana miliaran rupiah masuk ke rekening pribadinya. Pasalnya, saksi tahu setelah dipanggil oleh penyidik kepolisian untuk memberikan keterangan. Saksi mengaku uang itu sebagian diberikan untuk membantu panti asuhan, masjid, dan gereja, yang ada di Kabupaten Teluk Bintuni.

Selain itu, saksi juga menyangkal soal uang yang seharusnya seluruhnya disetor ke negara, namun tidak disetorkan. Pasalnya, selaku pimpinan dari terdakwa, dirinya tidak pernah memberikan perintah kepada terdakwa Djanuri untuk menahan uang setoran tersebut.

Namun hal ini disangkal oleh terdakwa, bahwa sesungguhnya Manobi yang memerintahkan supaya sebagian uang hasil penerimaan dari jasa tunggu tidak disetorkan ke kas negara.

“Kalau masalah bantuan saksi yang nyuruh. Kalau soal perintah itu saksi, saksi bilang Jangan setor semua, itu tanggung jawab saya (saksi, red),” kata terdakwa dalam ruang sidang, seraya mengatakan kalimat tersebut disampaikan secara lisan oleh Manobi.

Untuk Samsul, ia mengatakan bahwa dirinya banyak berkantor di BP Tangguh sehingga tidak tahu tentang laporan bulanan mengenai tagihan jasa tunggu dengan kenyataan yang ada di lapangan.

Saksi juga menggunakan kewenangannya untuk membuka rekening baru di Bank Papua yang berguna untuk menampung uang tagihan jasa tunggu. Pasalnya, ada sekitar Rp. 7 milar yang ada di rekening bank Papua, tapi yang disetor ke negara baru Rp. 4 milar. Sementara sisanya 3 miliar menurut saksi masih ada direkening bank Papua. Selain itu, saksi juga mengaku pernah menerima sejumlah uang dari terdakwa hingga puluhan juta rupiah.

Usai menghadirkan saksi mahkota, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Manokwari, Decyana Caprina membacakan keterangan saksi-saksi yang tidak bisa hadir dalam persidangan, karena kesibukan pekerjaan. Sidang yang berlangsung aman ini, dihadiri oleh istri sirih terdakwa Djanuri, keluarga dan simpatisan dari saksi Tavip Onisias Manobi dan keluarga Samsul.
Sementara itu sidang kasus sama yang menempatkan Manobi dan Samsul sebagai terdakwa, Rabu (13/1) siang terpaksa ditunda karena saksi mangkir. |ARIF TRIYANTO