ilustrasi sidang Korupsi Swasembada sapi

KORUPSI SAPI : Saksi Akui 3 Kegiatan Tidak Melalui Lelang

MANOKWARI, Cahayapapua.com—– Tiga dari 16 item pekerjaan pada pengadaan barang dan jasa di Dinas Peternakan Papua Barat tahun 2012 ternyata tidak melalui proses lelang.

Ini terungkap dalam sidang lanjutan dugaan korupsi swasembada sapi di Dinas Peternakan Papua Barat tahun 2012 yang digelar di ruang sidang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Papua Barat, Senin (7/3/2016).

Saksi Natalis selaku sekretaris panitia lelang menyebut kalau panitia lelang tidak diberikan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) secara utuh terkait dengan program swasembada sapi tahun 2012 tersebut. Melainkan diberikan per itemnya.

Selaku sekretaris panitia lelang, saksi hanya mengetahui empat kegiatan saja. Kegiatan itu masing-masing pengadaan indukan sapi betina senilai Rp 13 miliar lebih, pengadaan bibit pejantan senilai Rp 1 miliar lebih, pembangunan pusat kesehatan hewan senilai Rp 780 juta dan pengadaan Nitrogen senilai Rp 600 juta.

Dari empat kegiatan tersebut, hanya pengadaan bibit saja yang menurut saksi dilakukan proses pelelangan manual dan pengumuman pemenang dilakukan menggunakan LPSE. Sedangkan tiga kegiatan lainnya di lakukan penunjukan langsung.

Untuk pembangunan pusat kesehatan hewan di Fakfak dan Manokwari dikerjakan oleh ibu Horota. Saksi tidak mengetahui apakah di Fakfak pembangunan pusat kesehatan itu terealisasi.

Namun untuk di Manokwari saksi menyebut bangunannya berlokasi di Distrik Sidey. Selain itu pekerjaan dilakukan mendehalui anggaran sebab ibu Horota pernah datang untuk menagih anggaran pembangunan tersebut.

Ditanya siapa yang melakukan penunjukan langsung, saksi menyebut kalau KPA yang melakukan penunjukan.

Sedangkan untuk kegiatan pengadaan Nitrogen, saksi menyebut kalau kegiatan itu dikembalikan kepada terdakwa Ruben selaku PPK.

Saksi beralasan bahwa pada saat itu tender tidak dilakukan karena sudah memasuki bulan September. Beda dengan kegiataan pengadaan indukan sapi yang dilaksanakan bulan Februari 2012.

Sebagaimana diketahui, tahun 2012 Dinas Peternakan Papua Barat mendapat suntikan dana APBN senilai Rp 46 miliar lebih. Anggaran itu dibagi menjadi dua kategori kegiatan yakni PMUK Rp 26 miliar lebih dan Pengadaan Barang dan Jasa Rp 17 miliar lebih. |HENDRIK AKBAR

Tinggalkan Balasan