Bupati Kabupaten Manokwari Selatan, Markus Waran.

RANSIKI, Cahayapapua.com— Bupati Manokwari Selatan Markus Waran mengatakan, ibukota kabupaten akan didesain secara “unik”. Wajah kota Ransiki akan berbeda dengan kota lain.

Kota Ransiki kata bupati, akan mengikuti kontur yang ada, dimana ada sungai besar di tengah kota. Sementara kantor bupati tetap berada di daerah Boundij arah ke Momiwaren. Selanjutnya akan dibuat jalan melingkar dari arah Wariap, Momiwaren melewat pusat bisnis di Kampung Abreso.

“Saya cuma takut kalau kita sudah buat master plant secara unik, nanti penduduknya juga unik. Ada yang jalan sudah tidak saling kenal. Seperti tadi malam saya lewat, ada yang sudah tidak kenal bupati,” kata bupati disambut gelak tawa peserta yang menghadiri diskusi peninjauan kembali RTRW di aula kantor bupati, Selasa (14/11/2017) siang.

Kota Ransiki akan dipersiapkan untuk pusat bisnis. Sedangkan jalan trans Papua Barat yang merupakan jalan nasional akan dialihkan keluar.

“Saat ini sudah dibangun jalan baru sebagai penganti jalan dalam kota yang akan diambil alih oleh kabupaten,” ujar bupati.

Alasan pengalihan, menurut bupati, karena jalan trans Papua Barat ini melewati perencanaan Bandara Abreso yang saat ini lahannya sedang dibuka. Sementara area perkebunan coklat yang diambil untuk bandara telah disiapkan gantinya di arah sebelah jalan berdekatan dengan Gunung Nasim. (bm)

Leave a Reply