Solidartas Kemanusiaan dan Keadilan

KPAI Minta Perkembangan Pembunuhan Frelly Disampaikan ke Publik

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Aris Merdeka Sirait, meminta agar penyidikan hingga persidangan kasus pembunuhan Frelly dan dua anaknya, yang melibatkan oknum anggota TNI, dilakukan secara terbuka.

“Kami apresiasi pihak Den POM yang memeriksa pelaku setelah diserahkan pihak kepolisian. Dan tentunya harus diberitahukan ke publik, tidak boleh tertutup,” kata Aris Merdeka Sirait dalam kunjungannya ke Mapolda Papua Barat, Manokwari, Senin (28/9) siang.

Aris berharap penyelesaian kasus tersebut benar-benar dilakukan secara transparan kepada publik baik dalam pemeriksaan kepolisian maupun TNI. “Kita harapkan kasus ini terbuka untuk umum,” ujarnya.

Dirinya juga berpesan kepada seluruh masyarakat di Papua Barat dan secara khusus di Kabupaten Teluk Bintuni agar tetap bersabar dan mempercayai pihak Polisi Militer dalam memeriksa kasus ini. Ia menyatakan kasus tersebut akan dikawal oleh Komnas KPAI.

Frelly Dian Sari (26 tahun), bersama dua anaknya, Cicilia Putri Natalia (6 tahun) dan Andhika (2 tahun) ditemukan tak bernyawa dalam kondisi mengenaskan akhir Agustus lalu di rumah mereka, di Teluk Bintuni. |ADITH SETYAWAN