pilkada-serentak-2015.

KPU Belum Tindaklanjuti Keputusan Panwaslu Kaimana

KAIMANA, CAHAYAPAPUA.com- Belum adanya tindaklanjut dari KPU Kabupaten Kaimana maupun KPU Provinsi terhadap keputusan Panwaslu Nomor: 01/PWSL.KMN.34.03/VIII/2015 Tanggal 7 September 2015 tentang pembatalan SK KPU Kabupaten Kaimana Nomor 32/KPU-KAB-032/VII/2015 tentang Penetapan Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Kabupaten Kaimana Tahun 2015 dikuatirkan bakal menimbulkan gesekan ditengah masyarakat terutama para pendukung pasangan calon.

Sejumlah kalangan menilai lambannya KPU menindaklanjuti keputusan Panwaslu secara tidak langsung telah mengkebiri hak politik rakyat yang ingin berdemokrasi secara sehat. KPU juga dinilai sebagai lembaga penyelenggara Pemilukada yang tidak independent karena cenderung memicu perpecahan dan konflik ditengah masyarakat.

Disebutkan, sikap KPU dalam hal ini Ketua KPU yang membiarkan massa dari pasangan calon tertentu mengerubuti bahkan membopongnya dalam sebuah kesempatan aksi protes, hingga prosesi penjemputan serta mengkawalnya dari bandara ke sekretaris saat kembali dari Jakarta menguatkan dugaan bahwa telah terjadi skenario besar antara KPU dan kelompok tertentu untuk menjatuhkan pasangan lain. Hal ini semestinya tidak boleh dibiarkan oleh KPU selaku penyelenggara sekaligus wasit yang akan memimpin jalannya pertandingan dalam hal ini Pemilukada.

“Sebagai masyarakat awam kami sayangkan sikap Ketua KPU yang membiarkan dirinya digendong massa pendukung dari dua pasangan calon yang lolos pencalonan ketika menggelar aksi dukungan di KPU. Tindakan itu seakan-akan menunjukkan agar KPU agar tetap pada keputusannya meskipun nyata-nyata melanggar aturan.

KPU juga membiarkan massa menjemput dan mengkawalnya dari bandara sampai kantor dan membiarkan massa berteriak menjatuhkan orang lain. Ini wasit Pilkada model apa yang seperti ini, bersekutu dan membina keakraban dengan peserta yang diketahui merupakan lawan politik pasangan lain sebelum memimpin pertandingan. Kalau seperti ini Pilkada Kaimana bakal tidak bersih dan ini harus dicegah,” tegas warga via pesan singkat.

Sebelumnya, beberapa tokoh masyarakat juga menyayangkan sikap KPU Kaimana. Kepala Kampung Rafa Estefanus Sunum, warga Kampung Sawi Yonas Esuru dan tokoh masyarakat Kampung Pigo Ahas Werfete mengatakan, kedewasaan berpolitik masyarakat Kaimana yang sudah terbentuk selama bertahun-tahun, sejak Pemilukada pertama, luntur oleh tindakan KPU periode ini yang mengambil keputusan tanpa mencermati secara baik ketentuan undang-undang maupun peraturan lainnya dalam pemilihan kepala daerah.

KPU Kaimana diduga mengambil keputusan hanya berdasarkan pada kepentingan pribadi atau tuntutan kelompok tertentu.
Dikatakan, sikap KPU yang belum melaksanakan keputusan Panwaslu bakal menimbulkan gesekan ditengah masyarakat. Gesekan itu terjadi karena ketidakpastian informasi yang diterima masyarakat akibat belum adanya keputusan resmi dari KPU.

“KPU harus memikirkan itu, masyarakat yang ada sekarang ini adalah mereka yang sudah memiliki pilihan masing-masing. Jangan sampai karena ketidakjelasan informasi dan tidak adanya kepastian dari KPU membuat masyarakat saling sikut, bertikai dan lain sebagainya. KPU harus segera laksanakan keputusan Panwaslu. Kalau aturan sudah begitu ya ikuti supaya Pilkada ini aman,” tukas mereka mengingatkan. |ISABELA WISANG