Rapat pleno penetapan Daftar pemilih sementara (DPS) 45.606 pemilih dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur Papua Barat oleh KPU Teluk Bintuni.
Rapat pleno penetapan Daftar pemilih sementara (DPS) 45.606 pemilih dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur Papua Barat oleh KPU Teluk Bintuni.

KPU Bintuni Tetapkan 45.606 Daftar Pemilih Sementara  

 

BINTUNI, Cahayapapua.com— Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Teluk Bintuni menetapkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) sebanyak 45.606 pemilih. Penetapan ini disahkan setelah dilaksanakan rapat pleno terbuka penetapan rekapitulasi daftar DPS pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua Papua Barat tahun 2017, di Aula KPU, Distrik Bintuni, Selasa (1/11/2016).

Ketua KPU, Ahmad Subuh Refideso dalam sambutannya mengatakan penetapan ini berdasarkan peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2016 perubahan atas Peraturan KPU Nomor  3 Tahun 2016 tentang tahapan program dan jadwal pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

“Coklit yang dilaksankaan oleh PPDP telah dilaksanakan selama satu bulan guna mencocokan data pemilih maupun mendata warga yang sudah memenuhi syarat sebagai pemilih namun belum terdata sebagai pemilih pada Pilkada sebelumnya,” ucapnya.

Sementara Komisioner Divisi Teknis dan Penyelenggaraan KPU Bintuni Naziel Hilmie usai rapat pleno mengatakan, jumlah DPT Pilkada sebelumnya total 50.705 pemilih. Setelah dilakukan sinkronisasi antara KPU pusat dengan Kemendagri menghasilkan DP4 sebanyak 50.361. Sementara DPS yang telah ditetapkan 45.606 pemilih. “Jadi saya pikir 45.606 ini masih angka yang sangat wajar. Kalau kita lihat penerunannya itu kurang lebih hanya 5 ribu-an,” nilainya.

Dikatakan, pemilih sementara 45.606 yang telah ditetapkan tersebar di 176 TPS (Tempat Pemungutan Suara) di 117 kampung, dan 2 kelurahan yang berada di 24 distrik se Kabupaten Teluk Bintuni. Angka itu dinilai cukup wajar, karena petugas PPD dan PPS sudah maksimal dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya.

Dia mencontohkan, salah satu contoh di TPS khusus yakni di TPS Lapas kampung Wesirir yang terdiri dari warga Lapas dan Kompi yang sudah berjalan dengan baik. “Kurang lebih ada 71 laki-laki dan perempuan 56, total 127 pemilih. Sementara klarifikasi dari PPD di LNG Tangguh ada 336 pemilih masuk TPS 4 lingkungan Kampung Tanah Merah,” katanya.

Mengenai warga yang berdomisili di kampung – kampung pemekaran, lanjut Naziel nanti akan memilih di TPS kampung induk. “Kampung pemekaran belum terdaftar dalam data Kemendagri sehingga semua pemilihnya digabungkan ke Kampung induk,” terangnya.

Disinggung soal kendala yang dihadapi, Naziel menyebut masih banyak ditemukan warga yang belum memiliki NIK (Nomor Induk Kependudukan) atau KTP elektronik. “Banyak warga yang pasif dalam pengurusan e KTP. Harapan kami saat DPS diumumkan segera dibuat supaya pada saat penetapan DPT tidak lagi ada warga yang ribut- ribut soal ini,” harapnya.

Total DPS 45.606 pemilih, sekitar 7 persen adalah pemilih pemula.“Jumlahnya sekitar 2 ribuan pemilih pemula. Dan ini tanggungjawab kami untuk memberikan sosialisasi bagaimana memilih yang baik,” pungkasnya.

Pantuan media ini, hadir pada penetapan DPSWakil Bupati Matret Kokop, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Irwansyah Nazar, Divisi pengawasan Panwaslu Teluk Bintuni, Daniel Balubun,sejumlah perwakilan Partai, Sekretaris dan seluruh Komisioner KPU Bintuni, dan seluruh petugas PPD dan PPS. Kegaitan tersebut berjalan aman dan kondusif hingga selesai.(ART)

Tinggalkan Balasan