Kampung Demaisi, Distrik Minyambouw, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat. | CAHAYAPAPUA.com | Duma Tato Sanda

KPU Cek Status Hukum Calon DPRD Mansel – Pegaf ke Jayapura

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten Manokwari saat ini telah memberangkatkan tim hukumnya ke Jayapura untuk memastikan catatan pidana yang mungkin dilakukan oleh para calon yang berpotensi untuk menduduki kursi DPRD kabupaten Manokwari Selatan dan Pegunungan Arfak.

“Yang berangkat ke Jayapura, komisioner Divisi Hukum Ibu Aplena Rumaikeuw. Ia akan berkoordinasi dengan Kejati dan Pengadilan Tinggi di Jayapura,” kata Komisioner KPU Manokwari Abdul Muin Salewe kepada Cahaya Papua, Selasa (25/11/2014).

KPU ingin memastikan catatan pidana bagi  40 nama calon anggota DPRD di daerah itu. 20 nama dari Mansel dan 20 nama dari Pegaf berkemungkinan akan menduduki kursi DPRD di dua kabupaten tersebut.

Jika benar diantara 40 nama ini ada yang tersangkut pidana, tim hukum lanjut Muin, akan memastikan berapa tahun konsekuensi hukuman kurungannya yang akan dihadapi oleh yang bersangkutan. “Apakah dibawah 5 tahun atau 5 tahun ke atas. Jika hanya 1 tahun tidak masalah,” kata Muin.

Namun, jika ada yang terancam pidana 5 tahun, KPU akan kembali membahas dan akan melampirkan catatan pidana itu pada berkas penetapan nanti. KPU juga akan menyampaikan hal itu kepada partai politik yang bersangkutan.

Terkait hal ini lanjut Muin, KPU tidak memiliki kewenangan untuk mencoret nama yang bersangkutan dari daftar nama calon yang lolos dan akan duduk di kursi DPRD kedua kabupaten itu.

“KPU hanya sebatas memberikan lampiran pada berkas penetapan dan menyampaikan ke partai yang bersangkutan,” imbuhnya.

Soal PAW atau penundaan pelantikan bagi mereka, lanjut Muin, itu bukan urusan KPU. “KPU hanya menyampaikan nama-nama calon yang terpilih dari hasil pemungutan suara 9 April lalu,” kata Muin. |TOYIBAN

 

EDITOR: DUMA TATO SANDA

Tinggalkan Balasan