Ketua KPU Teluk Bintuni bersama Kapolres saat rakor membahas PSU di Moyeba.

KPU Teluk Bintuni Cetak 528 Undangan

BINTUNI , Cahayapapua.com KPU Teluk Bintuni memastikan pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada di TPS 1 Moyeba, Distrik Moskona Utara pada 19 Maret mendatang. Ketua KPU Teluk Bintuni, Ahmad Subuh Rafideso menginformasikan distribusi logistik ke Moyeba akan dilaksanakan paling lambat tiga hari sebelum pencoblosan.

Selain pendistribusian logistik, KPU juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait pelaksanaan PSU. Sementara kepada panitia adhoc atau KPPS yang baru akan diberikan bimtek (bimbingan teknis) terkait pelaksanaan pemilu. Soal jumlah DPT (Daftar Pemilih Tetap), ditegaskan tidak ada perubahan dan tetap menggunakan DPT sebelumnya, Pilkada 9 Desember lalu.“ DPT tidak ada perubahan, saya jamin 100%, DPT Moyeba tidak akan ada perubahan,” tegas Ahmad Subuh.

Jumlah DPT yang digunakan untuk PSU di Moyeba yaitu sebanyak 528 pemilih, meskipun pada Pilkada sebelumnya jumlah pengguna hak suara di Moyeba mencapai 534 pemilih. Menurutnya hal itu terjadi karena terdapat 6 orang yang tercatat sebagai pemilih tambahan (DPT tb2). Alhasil berdasarkan jumlah DPT, maka undangan yang akan disebar untuk mengikuti PSU di Moyeba yaitu sebanyak 528 undangan.“KPU akan mencetak undangan pemilih sebanyak 528, tidak lebih,” ujarnya.

Terkait potensi terjadinya pelanggaran, dikatakan pihaknya belum dapat memastikan. Namun berdasarkan pengalaman pada Pilkada sebelumnya, diakui memang terdapat dugaan pelanggaran yang justru dilakukan oleh penyelenggara pemilu di tingkat bawah. Hal itu juga menjadi alasan pihaknya melakukan rekrutmen kembali anggota KPPS di Moyeba.

Kendala utama yang dihadapi, sebut dia diantaranya terkait kondisi cuaca yang berubah-ubah karena dapat mempengaruhi akses transportasi udara menuju Moskona Utara. Meskipun demikian ia mengaku optimis pelaksanaan PSU di Moyeba akan berjalan lancar dan aman.“Kami tetap optimis, karena kami telah berupaya optimal,” kata Ahmad Subuh saat dikonfirmasi baru –baru ini.

Situasi keamanan di Moyeba, menurutnya masih kondusif. Meskipun demikian ia mengajak kandidat maupun tim sukses untuk bersama menciptakan situasi yang stabil.

“Intinya ada di kandidat dan tim sukses. Kalau mereka mau berniat baik untuk mensukseskan PSU maka tidak akan jadi masalah dan PSU akan berjalan sesuai mekanisme yang ada,” nilainya.

Ditambahkan pelaksanaan PSU di TPS 1 Moyeba akan menggunakan sistem langsung, umum, rahasia, jujur dan adil. Tidak ada sistem nokem maupun sistem kesepakatan yang digunakan.“Kalau pun misalnya ada musyawarah, tidak apa-apa. Tapi tidak boleh memaksakan orang per orang untuk mencoblos, tidak bisa. Selain itu seorang pemilih tidak boleh mencoblos lebih dari satu surat suara,” pungkasnya.

Secara terpisah, Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah III Kepala Burung Mnukwar meminta Panwaslu dan KPU setempat mengawasi secara langsung Pemungutan Suara Ulang (PSU) di TPS Moyeba.

Sekretaris DAP Wilayah III Kepala Burung Mnukwar, Zakarias Horota, menyatakan, baru-baru ini tokoh adat dan masyarakat setempat bertemu DAP meminta agar Panwaslu dan KPU Bintuni terlibat langsung dalam PSU di Moyeba.

“Masyarakat ingin memastikan agar hasil pemilihan tersebut benar-benar murni tanpa adanya intervensi kandidat, pemerintah maupun pihak-pihak lain dari luar Bintuni,” kata Horota dalam jumpa pers di Manokwari baru-baru ini.

Tidak hanya Panwaslu dan KPU setempat, DAP juga meminta Bawaslu dan KPU Papua Barat mengirimkan perwakilan untuk mengawasi PSU Moyeba. “Bawaslu harus pantau dan KPU harus ikuti perhitungan. Masyarakat setempat tidak meninginkan adanya manipulasi lagi,” ujar dia.

Terlepas dari desakan itu, DAP menurut Horota telah meminta masyarakat di Kampung Moyeba untuk memberikan kesempatan kepada para pihak terkait melakukan PSU di kampung itu secara demokratis.

Dalam sengketa Pilkada Kabupaten Teluk Bintuni 2015, Mahkamah Konstisusi memutuskan agar dilakukan PSU di Kampung Moyeba. MK meminta KPU setempat menggelar PSU paling lambat 30 hari sejak keputusan tersebut diketuk. |ARI MURTI |HENDRIK AKBAR

 

Tinggalkan Balasan