Pilkada serentak 2015

KPU Tolak Rekomendasi Panwaslu Fakfak

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Fakfak akan menolak Rekomendasi Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) menyangkut pembenaran surat Edaran 501 dan verifikasi keabsahan dokumen pendaftaran calon.

Ketua KPU Provinsi Papua Barat, Amus Atkana menegaskan, rekomendasi itu tidak akan ditindaklanjuti. Ia mengklaim, proses pendaftaran sudah berjalan sesuai mekanisme. Tahapan verifikasi berkas akan diputuskan sesuai waktu yang diatur di dalam Peraturan KPU (PKPU).

“Rekomendasi itu bersifat normatif saja, sehingga, tahapan Pilkada di Fakfak dapat berjalan sebagaimana yang lagi berjalan,” kata Amus Atkana, Rabu (9/9/015).

Rekomnedasi tersebut lanjut Amus, sudah dicermati dan klarifikasi serta dilaporkan ke KPU RI melalui korwil Papua Barat serta empat komisioner lainnya.

“Tiga kandidat resmi terdaftar. Sementara satu kandidat atas nama Inyah Bai resmi ditolak saat pendaftaran. Resmi hanya tiga pasangan calon yang akan diverifikasi dan akan ditetapkan pada 14 September mendatang,” Jelasnya.

Ia juga mengatakan, rekomendasi itu telah diverikifikasi ke ketua Bawaslu Provinsi Papua Barat. Dalam waktu dekat Bawaslu akan melakukan langkah adminsitratif terhadap Panwaslu Fakfak.

Sementara terkait surat edaran 501 KPU RI, menurutnya, tidak dapat dikaitan dengan surat edaran 510. Karena, surat edaran 501 berlaku khusus bagi daerah yang pendaftarnya hanya satu pasangan calon.

“Di kabupaten Fakfak tahapan tidak berjalan. Prinsipnya, tidak ada hal yang perlu ditanggapi terlalu jauh sehingga tahapan tetap berjalan sesuai yang diatur dalam PKPU,” jelasnya.

Amus menambahkan, gugurnya pasangan Inyah Baih dan wakilnya saat mendaftar karena pasangan yang bersangkutan menggunakan rekomendasi ganda partai Golkar.

“Sebelumnya, rekomendasi partai Golkar yang sah sudah digunakan oleh Ismail Ivan Madu dengan pasangannya. Dan dokumennya sudah sesuai islah dari kubu Agung Laksono dan Abu Rizal Bakrie,” imbuhnya. |RASYID FATAHUDDIN | EDITOR : TOYIBAN