ilustrasi_Dugaan Korupsi

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial APBN-P di SMA Negeri 1 Kokoda, Sorong Selatan, dengan terdakwa Tony Fatubun alias Anton dan Onisimus Bodory yang rencana digelar, Selasa (12/1/2016) ditunda, dikarenakan Penasehat Hukum kedua terdakwa, yakni Demianus Waney, SH, MH, sedang sakit.

Sidang akan kembali dilanjutkan, Rabu (13/1/2016) hari ini, dengan agenda pembacan pembelaan oleh kedua terdakwa.

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Manokwari, Arnolda Awom, SH menuntut terdakwa Kresno Tony Fatubun alias Anton 4 tahun penjara denda Rp 200 juta subsider 3 bulan, uang pengganti Rp 1,83 miliar.

Jika dalam waktu 1 bulan tidak membayar, maka akan diganti dengan pidana kurungan selama 2 tahun penjara.

Sementara Onisimus Bodory dituntut 3,6 tahun penjara dendanya 50 subsider 3 bulan, uang pengganti Rp 150 juta. Namun jika tidak dikembalikan setelah ingkrah akan ditambah kurungan 1 tahun.

Jaksa menilai kedua terdakwa terbukti melakukan tindak pidana korupsi pembangunan ruang kelas baru, ruang perpustakaan, laboratorium IPA, rehabilitasi ruang sekolah dan peralatan laboratorium IPA di SMA Negeri 1 Kokoda, kabupaten Sorong Selatan, provinsi Papua Barat.

Dengan ditemukannya kerugian Negara sebesar Rp. 2.060.200.000,00, sesuai hasil laporan hasil audit BPKP Perwakilan provinsi Papua Barat dalam rangka Penghitungan Kerugian Keuangan Negara Nomor : SR-449/PW27/5/2014 tanggal 05 Desember 2014. |ARIF TRIYANTO|EDITOR : BUSTAM