Mahasiswa yang berlomba untuk berswafoto dengan bos MNC Grup sekaligus Ketua Umum DPP Perindo Hary Tanoesoedibjo, usai dirinya memberikan kuliah umum di kampus UNIPA, Manokwari, Jumat (10/3).

Kunjungan Hary Tanoe dan Cerita Dibalik Kuliah Umum di UNIPA

MANOKWARI, Cahayapapua.com—  Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesoedibjo, mengawali lawatannya ke Manokwari dengan memberikan kuliah umum kewirausahawan dan pembangunan ekonomi Indonesia kepada ratusan mahasiswa UNIPA, Jumat (10/3).

Dalam kuliah umum di Aula Utama UNIPA itu, bos MNC Grup ini juga memberikan bantuan beasiswa kepada sejumlah mahasiswa yang hadir. Beasiswa tersebut berasal dari MNC Group.

“Beasiswa ini sangat penting bagi mahasiswa, sebab hal itu (pemberian beasiswa) masih minim. Kita perlu mencetak lebih banyak lagi generasi dibidangnya agar membangun daerahnya,” ujar Hary usai memberikan kuliah Umum.

Beasiswa diberikan kepada mahasiswa berprestasi dan mahasiswa yang memiliki tingkat ekonomi yang dianggap rendah.

Hary menganggap secara umum Indonesia masih tertinggal jauh karena mahasiswa usai menamatkan kuliah lebih cenderung memilih menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) ketimbang sebagai pengusaha.

“Kita cukup ketinggalan dengan negara lain, meski jumlah penduduk cukup besar. Daya saing kita juga semakin menurun. Ini salah sebabnya karena ketertinggalan pendidikan kita,” ujarnya menambahkan.

Hary menitip pesan kepada pemerintah Papua Barat, terutama gubernur dan wakil gubernur terpilih agar mengedepankan pendidikan. Ia menekankan pendidikan yang maju dapat mencetak generasi berkualitas yang diharapkan mampu membangun Papua Barat.

Ditengah-tengah kuliah umum tersebut, di luar aula UNIPA, beberapa mahasiswa menolak kedatangan Hary. Mereka menutup pintu gerbang utama kampus yang menuju aula dan menurunkan baliho terkait kedatangan Hary.

Mahasiswa menilai kehadiran Hary dikuatirkan membawa kepentingan politik ke dalam kampus. “Saya dapat informasi pimpinan MNC Grup mau memberikan kuliah umum di kampus, tapi fakta tertulis di baliho, di depan pintu masuk kampus tertulis selamat datang ketua Partai Perindo. Ini yang benar saja,” protes koordinator aksi Mansor Ap, mantan Presma UNIPA.

Mansor menyatakan, mahasiswa tidak sependapat apabila sesuatu yang berbau partai politik dibawa masuk ke kampus. “Meski temanya mengenai kepemimpinan dan sebagainya, namun latar belakang dia kan (Hary) sebagai ketua partai. Ini dimana idealisme teman-teman mahasiswa,” tanya Mansor.

Rupanya demo dipicu oleh tak senangnya Mansor yang pernah berniat mendatangkan salah satu politisi senayan untuk memberi kuliah umum di UNIPA namun ditentang. Orang-orang yang menentang menurut dia adalah seniornya yang mendukung kedatangan Hary ke UNIPA.

“Saya pernah jadi ketua BEM dan mau mendatangkan Michael Wattimena untuk memberikan kuliah umum serta mau membangun gedung FKUP dan laboratorium serta memberikan beasiswa kepada 20 mahasiswa, namun sampai di depan pintu gerbang kaka-kaka yang saat ini mengundang Hary Tanoe ini yang melakukan pemalangan dan mencegah beliau dengan alasan idealis, namun nyatanya berbeda,” kata Mansor.

Meski diwarnai penolakan sejumlah mahasiswa, namun kuliah umum berjalan lancar. Sejumlah mahasiswa juga terlihat berebut untuk berswafoto dengan Hary.

Setelah meninggalkan Unipa, Hari kemudian menuju Gereja Bukit Doa. Kehadiran disambut hangat oleh dewan Gereja dan para jemaat. Dia kemudian memberikan sambutan serta sejumlah bantuan. Sekitar satu jam kemudian dia meninggalkan Gereja. (MAR)

Tinggalkan Balasan