Presiden Joko Widodo

Kunjungan Presiden ke Kaimana kemungkinan batal

KAIMANA, Cahayapapua.com— Rencana kedatangan Presiden RI, Joko Widodo, ke Kaimana dalam rangka membuka kegiatan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) ke XII se-Tanah Papua pada 15 September 2017, kemungkinan besar batal. Hingga H-2 jadwal kunjungan, belum ada tim khusus dari kepresidenan yang dikirim ke Kaimana, baik Paspampres maupun lainnya.

Sementara tim pengamanan yang sudah berada di Kaimana, dari TNI maupun Polri, merupakan regu pengamanan dari Kodam XVIII Kasuari Papua Barat dan BKO Brimob dari Polda Papua Barat, yang diturunkan untuk mengantisipasi keadaan, jika dalam waktu yang tersisa beberapa hari ini, Presiden benar-benar akan tiba di Kaimana.

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan yang tiba pada Rabu siang di Kaimana, ketika dikonfirmasi terkait kepastian kunjungan Presiden menjelaskan, rencana Presiden ke Kaimana, kemungkinan besar batal. Menurut Gubernur, berdasarkan pesan WhatsApp yang diterimanya, pada tanggal yang sama yakni 15 September, Presiden akan menghadiri acara penting yang telah lama diagendakan.

“Senin malam kami dapat WA terkait jadwal presiden dari tim istana, bahwa pada tanggal bersamaan dengan pembukaan Pesparawi 15 September itu, beliau ada kegiatan yang sudah terjadwal. Jadi beliau tidak datang ke Kaimana untuk pembukaan Pesparawi, kita masih menunggu apakah ada yang datang mewakili beliau. Presiden ini kan bukan hanya urus kita di Papua, tetapi urus Indonesia, jadi kita maklumi bahwa kegiatan beliau sudah  terjadwal semua. Berharap ini tidak mengurangi semangat kita untuk mensukseskan Pesparawi,” ujar Mandacan.

Di tempat terpisah, Bupati Kaimana Matias Mairuma mengatakan, masih optimis jika Presiden bisa hadir di Kaimana untuk membuka kegiatan Pesparawi. Menurut Bupati, jadwal kegiatan Presiden yang disampaikan kepada Gubernur merupakan agenda lama yang sudah dijelaskan oleh Mensesneg kepada tim Kaimana ketika mempresentasikan kegiatan Pesparawi di Kementerian Sekretaris Negara pada 3 Agustus lalu.

Penundaan pembukaan Pesparawi XII di Kaimana ini lanjut Bupati, terjadi atas saran Menteri Sekretaris Negara dan Kepala Staf Kepresidenan untuk disesuaikan dengan jadwal presiden. Jika memang Presiden benar-benar batal hadir, maka minimal Pemda Kaimana sudah mendapatkan informasi, sehingga dengan demikian bisa melaksanakan pembukaan Pesparawi sesuai jadwal semula, yakni 9 September 2017.

“Tadi yang Pak Gubernur jelaskan itu soal skedul bulanan presiden. Ketika tanggal 3 Agustus lalu kami rapat dengan Mesnesneg dan Kepala Staf Kepresidenan, mereka jelaskan skedul itu, dimana presiden kita ini, tidak ada waktu yang lowong sampai Desember. Kita stanby saja karena kita mundur pembukaan ke tanggal 15 ini atas saran Mensesneg, menyesuaikan dengan waktu beliau,” jelas Bupati saat memantau persiapan pembukaan Pesparawi di Stadion Triton.

Disisi lain Bupati akui, hingga saat ini belum mendapat informasi baru terkait rencana kunjungan Presiden ke Kaimana. Namun demikian, ketidakhadiran Presiden diharapkan tidak mengganggu jalannya Pesparawi. “Sampai saat ini saya juga belum mendapat berita Presiden kesini. Tetapi bagi kami ya ini kegiatan memuliakan Tuhan, Presiden kalau bisa hadir ya syukur, tidak juga syukur. Hanya saya sayangkan seandainya nanti beliau seratus persen tidak bisa hadir disini, mengapa tidak diinformasikan supaya tanggal 9 kita pembukaan. Ini juga untuk menghindari jangan sampai ada kesan yang tidak baik karena ketidakhadiran presiden,” ujarnya.

Diakhir pernyataannya, Bupati kembali mengatakan Presiden akan hadir di Kaimana, karena Pesparawi merupakan moment yang tepat bagi kepala negara berbicara tentang kebhinekaan. “Ini moment yang baik untuk Presiden bicara kebhinekaan, atau empat pilar kebangsaan, karena pada moment ini, masyarakat Papua dari 42 kabupaten/kota berkumpul, tokoh agama, tokoh adat juga ada, sehingga beliau bisa memberikan wejangan. Kita tunggu saja, masih ada satu hari, atau bisa juga tanggal 15 pagi presiden terbang dari Jakarta karena pembukaannya jam 19.00 malam,” pungkasnya.

Pantauan Cahaya Papua, dalam rangka kunjungan RI 1 ke Kaimana, berbagai persiapan sudah dilakukan. Selain mempersiapkan lokasi yang akan dijadikan tempat pembukaan kegiatan oleh Presiden, pelabuhan dan bandara juga sudah mulai disterilkan. Bahkan KRI Banjarmasin juga telah berada di Kaimana, selain mengangkut 400 personil TNI yang akan melakukan pengamanan, kapal ini juga akan dilabuhkan di Perairan Kaimana sebagai hotel terapung untuk menampung para tamu.

Selain itu, Kepolisian Daerah Papua juga sudah mengirim 61 personil BKO Brimob yang dilengkapi fasilitas pendukung yakni kapal Pol Air, alat security door bersama Polwan, dan lainnya. Bahkan selain personil serta perangkat pengamanan, Kapolda Papua Barat, Pangdam XVIII/Kasuari juga telah berada di Kaimana. (isa)

Tinggalkan Balasan