Seorang penyelam berenang bersama dua ikan hiu paus di Taman Nasional Teluk Cenderawasih, Katisore, Nabire, Papua. TEMPO|Rully Kesuma

Kunjungan Wisata ke Taman Nasional Teluk Cendrawasih Meningkat

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.comKunjungan wisata ke Taman Nasional Teluk Cendrawasih (TNTC) yang terletak di wilayah Kepala Burung Tanah Papua, terus meningkat dari tahun ke tahun.

Kemunculan hiu paus (Whale Shark/ Rhincodon typus) yang merupakan ikan terbesar di dunia masih menjadi daya tarik utama kawasan ini, selain karena suguhan eksotisme budaya lokal serta panorama alamnya yang indah.

Pada tahun 2008, ketika kawasan dan potensinya belum terpublikasi secara luas, TNTC hanya dikunjungi 500 wisatawan dengan total PNPB sebesar 32 juta rupiah. Pengunjung umumnya wisatawan domestik. Kini pengunjung terus meningkat hingga 1800 orang yang didominasi wisatawan asing.

“Peningkatan ini juga mendongkrak PNPB hingga mencapai 340 juta rupiah,” kata staf Balai Taman Nasional Teluk Cendrawasih dari Bidang Pengendalian Ekosistem Hutan, Esie Mega Wangi, Senin (8/12/2014) saat berdiskusi dengan sejumlah wartawan di Kantor Sekretariat Bersama Bentang Laut Kepala Burung, Manokwari.

Taman nasional Teluk Cendrawasih (TNTC) adalah kawasan konservasi laut seluas 1,4 juta hektar di wilayah kepala burung Tanah Papua. TNTC menjadi kawasan konservasi karena kunikan alamnya.

Kawasan yang 89,9 persen luasannya berupa perairan dan sisanya berupa daratan pesisir pantai, pulau-pulau kecil serta hutan mangrove ini memiliki kekayaan sumberdaya alam berupa keanekaragaman flora dan fauna yang tinggi. Misalnya anggrek hutan dataran rendah di pulau-pulau kecil, padang lamun, mangrove, ribuan jenis ikan endemik dan terumbu karang yang masih terawat.

Kondisi alam terutama perairan yang masih seimbang dan lestari memungkinkan sejumlah ikan yang memiliki nilai ekonomis tinggi semisal kerapu dan tuna berkembang dengan baik di kawasan ini.

Hiu paus, spesies ikan terbesar di dunia mudah dijumpai di Teluk Cenderawasih.

Whale Shark atau lebih dikenal dengan istilah hiu totol, merupakan jenis ikan keluarga Hiu yang memiliki ukuran paling besar dibanding ikan hiu lainnya. Ia jinak dan bergerak lambat. Makanannya ikan- ikan kecil, plankton dan ubur-ubur.

Hiu Paus  kerap kali menampakkan dirinya di permukaan air. Umumnya mereka muncul di sekitar bagan (rumah terapung tempat menangkap ikan) yang banyak ditemukan di sepanjang perairan Kwatisore. Sekumpulan ikan puri (ikan-ikan kecil) yang terkumpul di jaring-jaring nelayan tersebut menjadi magnet bagi sekawanan hiu paus.

Para nelayan lokal di sekitar bagan biasa memanggilnya dengan menepuk-nepuk permukaan air seraya melempar segenggam ikan puri. Tidak lama kemudian, gerombolan satwa langka ini pun berenang mendekati bagan, membuka mulutnya yang lebar, dan melahap ikan puri.

Pada masa-masa inilah, interaksi dengan hiu paus dapat dengan mudah dilakukan. Mereka umumnya berenang di sekitar bagan dalam waktu yang lama, bahkan seringkali muncul di permukaan. |PATRIX BARUMBUN TANDIRERUNG

Tinggalkan Balasan