Ilustrasi

Lahan Stasiun Kereta Api di Kota Sorong Belum Dibebaskan

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Luas lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan stasiun kereta di Kota Sorong belum final. Awalnya, pemkot Sorong telah menyiapkan lahan seluas 5 hektar untuk mendukung kebutuhan tersebut.

Walikota Sorong, Lambert Jitmau mengakui, lahan seluas lima hektar telah disiapkan. Meski demikian, ia meminta bantuan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat supaya ikut menyelesaikan persoalan pembebasan lahan tersebut.

“Untuk pembebasan lahan, saya belum bisa memastikan apakah itu menjadi tanggungjawab pemerintah provinsi atau pemerintah pusat. Luas lahan itu masih bisa berubah. Bisa bertambah atau berkurang, tergantung kondisi dan kebutuhan,” kata Lamber ditemui di Manokwari belum lama ini.

Kata dia,  pemkot siap ikut membebaskan lahan milik masyarakat guna mendukung pembangunan stasiun kereta api. Untuk itu, ia meminta harus ada koordinasi baik dari pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota yang dilintasi jalur kereta api.

“Intinya dari program ini adalah seluruh biaya pembangunan rel kereta api bersumber dari APBN. Memang stasiun besarnya akan dipusatkan di Kota Sorong.  Kita berdoa saja supaya proses pelepasan lahan dan pembangunannya bisa segera dilakukan,” ujar Lambert.

Disisi lain, Lambert meminta masyarakat khusunya masyarakat di Kota Sorong ikut mendukung program pemerintah ini.  “Pembangunan itu bukan untuk pemerintah tetapi untuk masyarakat,” kata dia.

Jalur kereta api yang akan dibangun di Papua Barat sepanjang 390 kilometer dengan menghubungkan 6 kabupaten yakni, Teluk Bintuni, Manokwari Selatan, Manokwari, Sorong, Sorong Selatan, dan Maybrat. (ALF)

Tinggalkan Balasan