Hanya Lambert – Pahima yang Lolos di Pilkada Kota Sorong

SORONG, Cahayapapua.com— KPU Kota Sorong menyatakan hanya pasangan Lambert Jitmau dan Pahima Iskandar yang memenuhi syarat sebagai calon kepala daerah Kota Sorong dalam rapat pleno penetapan bakal calon menjadi pasangan calon, Senin (24/10).

Pasangan calon tersebut dinyatakan memenuhi syarat pencalonan 20 persen kursi di DPRD Kota Sorong, termasuk sejumlah syarat administratif lainnya seperti yang disyaratkan KPU. Pasangan incumben ini mengantongi 27 kursi dari 30 kursi di DPRD Kota Sorong.

Meski menyatakan pasangan Lambert dan Pahima memenuhi seluruh syarat pencalonan dan dinyatakan layak mengikuti Pilkada Kota Sorong, namun KPU menyatakan pasangan calon dari jalur independen Amos Lukas Watory dan Noorjannah tidak memenuhi syarat pencalonan.

Ketua KPU Kota Sorong Aser Y Rumanasen mengatakan pasangan Amos dan Noorjannah tidak memenuhi syarat karena mereka tidak mengantongi 16.000 ribu Kartu Tanda Penduduk sah seperti yang disyaratkan KPU Kota Sorong.

“Pasangan Amos dan Noorjannah tidak memenuhi syarat. Mereka harusnya mengumpulkan jumlah KTP dua kali lipat. Jadi KTP yang terkumpul 10,051 dikali dua menjadi 20.102, mereka tidak memenuhi syarat karena ini,” kata Aser.

Pasangan Amos dan Noorjannah diketahui pernah mengumpulkan 16.000 KTP namun setelah diverifikasi KPU hanya 6 ribu KTP yang dinyatakan sah. Karena itu KPU mewajibkan mereka untuk mengumpulkan kembali 20.102 KTP untuk diverifikasi. Namun menurut KPU pasangan ini tidak mengumpulkan KTP sesuai yang disyaratkan KPU.

Amos menyatakan dia bersama pasangannya akan menempuh jalur hukum hingga ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) untuk mendapatkan hak politik mereka.

Menurut Amos KPU Kota Sorong tidak melakukan verifikasi administrai, bahkan Ia mengaku tidak mendapatkan berita acara verifikasi administrasi dari KPU.

“Ingat bahwa kami akan tetap menempuh jalur hukum hingga ke PTUN. Kami harap KPU tidak melakukan jumpa pers dan menyatakan bahwa hanya ada pasangan tunggal,” tegas Amos di kantor KPU Kota Sorong.

Secara terpisah komisioner KPU Papua Barat Divisi Hukum Yotam Senis mengatakan jika KPU Kota Sorong hanya menyatakan salah satu pasangan calon yang memenuhi syarat pencalonan maka KPU setempat diwajibkan untuk menjaringan pasangan lain.

“Jika seperti itu, maka KPU Kota Sorong akan menggelar pleno untuk penundaan   kemudian melakukan sosialisasi ulang selama 3 hari dan membuka kembali pendaftaran calon selama 3 hari,” terang Yotam soal mekanisme yang mesti di tempuh KPU setempat.

Seperti diketahui pencalonan Pilkada Kota Sorong hanya diikuti dua pasangan calon yakni, Lambert Jitmau dan Pahima Iskandar dan Amos Lukas Watory dan Noorjannah dari jalur independen. (NSR)

Tinggalkan Balasan