Yan Christian Warinussy

Langkah Kodam periksa 3 oknum anggota Kopassus diapresiasi

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) mengapresiasi langkah Pengdam XVIII/Kasuari Mayjen Joppye Onesimus Wayangkau yang memerintahkan penyidikan terhadap Lettu Inf.I Dewa Kadek Sucipta dan 2 dua anggotanya dari Satuan Tugas Kopassus TNI AD terhadap 3 tiga tahanan Polres Manokwari.

“Hal ini kami sampaikan karena selama 2 dua hari berturut-turut sejak Rabu hingga Kamis pihak Pomda Kodam XVIII/Kasuari melakukan pemeriksaan dengan mengambil keterangan dari ketiga tahanan Polres yang juga sebagai saksi korban dalam kasus penganiayaan tersebut, yaitu Whisky Bosayor, Reiner Charly Manggaprouw dan Jimmy Korwa,” ujar Direktur Eksekutif LP3BH Manokwari Manokwari Yan Christian Warinussy, Kamis (9/11).

Warinussy mengatakan dua orang dari tahahan yang diperiksa Pomda merupakan klien LP3BH Manokwari Charly Manggaprouw dan Jimmy Korwa. Keduanya dimintai keterangan oleh Kapten CPM A. Sahroni dan Lettu CPM Aan Budiyanto di ruang Kanit Idik I Pidana Umum Satreskrim Polres Manokwari.

Menurut Warinussy pemeriksaan itu sempat disaksikan dirinya. Dari pemeriksaan didapatkan fakta-fakta ketiga korban sempat dibawa masuk ke dalam ruang Mintu Reskrim Polres Manokwari, dan dianiaya oleh oknum Kopasuss.

Ketiga korban itu menerangkan ditampar dipipi kiri dan kanan secara bergantian, dipukul dengan tangan mengepal oleh Lettu I Dewa Kadek Sucipta serta kedua anak buahnya yaitu Serka Mahta Jawi alias Arwin dan Sertu Ahmad Junaedi alias Rio. Pemukulan terjadi pada bagian ulu hati ketiga tersangka di dalam ruang Mintu Satreskrim Polres Manokwari.

“Ketiga saksi korban juga mengaku dan menerangkan bahwa mereka bertiga juga ditendang oleh Serka Arwin serta Sertu Ahmad,” jelas Warinussy dalam siaran persnya.

Warinussy mengatakan dalam penyiksaan itu sama sekali tidak ada satu anggota polisi dari Polres Manokwari yang berada di dalam ruangan Mintu tersebut, termasuk para penyidik dari kasus yang disangkakan kepada ketiga saksi korban tersebut.

Diterangkan Warinussy ketiga korban itu diduga mengambil barang bukti senjata api (senpi) milik Kopassus TNI AD yang diduga hilang diatas KM.Gunung Dempo pada 3 Agustus 2017.

Namun ketiga tersangka yang dalam kasus ini sebagai saksi korban berkali-kali menerangkan bahwa mereka tidak tahu keberadaan Senpi tersebut, karena pada tanggal 3 Agustus lalu, mereka hanya membawa flash disk dan power bank saja.

Sedangkan sebuah tas kecil berwarna coklat yang berisi Senpi tersebut telah diletakkan oleh korban Jimmy Korwa dibawah tong sampah di dek 7 KM. Gunung Dempo karena dia dan teman-temannya merasa takut dan mereka langsung turun dari kapal dan bergegas pulang ke rumah masing-masing.

“Dengan demikian kami sebagai Penasihat Hukum tersangka/korban sangat berharap agar Pangdam XVIII/Kasuari dan jajaran penyidiknya dapat memproses kasus penganiayaan yang bersifat kontra penyidikan dan melawan hukum tersebut hingga ke pengadilan yang berwenang menurut hukum yang berlaku,”Tandasnya.

Sementara itu Pangdam XVIII/ Kasuari Mayjen Joppye Onesimus Wayangkau, Kamis, mengatakan kasus penganiyaan oleh tiga oknum Kopassus tersebut telah ditangani Denpom.

“Karena adanya pengaduan dari Polisi Militer terkait proses hukumnya, maka kita proses hukum sesuai dengan prosedur hukum yang ada di kita. Dan itu sudah ditangani oleh Polisi Militer. Saya sudah perintahkan langsung Dan POM untuk melakukan pemeriksaaan terhadap oknum anggota Kopasus tersebut untuk diselesaikan sesuai ketentuan yang ada di TNI,” ujar Pangdam. (cr-80)

Tinggalkan Balasan