Staff Khusus Presiden Joko Widodo, Lenis Kogoya saat jumpa pers bersama Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani dan Ketua Pelindo IV Cabang Manokwari di Mansinam Beach Hotel Manokwari, Selasa (3/10).

Lenis Kogoya : Papua sudah merdeka dalam berbagai hal

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Staff Khusus Presiden Joko Widodo, Lenis Kogoya menyatakan, Presiden Jokowi sudah masuk ke Papua dan bertemu kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM), bahkan mengunjungi markasnya.

“Pak presiden tidak pernah takut kepada siapa pun, kecuali takut kepada Tuhan. Prinsipnya jelas,membangun Papua bukan dengan cara kekerasan, namun dengan hati,”  kata Kogoya saat jumpa pers, Selasa (3/10) di Mansinam Beach Hotel Manokwari.   

Menurutnya, Papua sudah merdeka dalam berbagai hal, antara lain sektor pendidikan, kesehatan dan ekonomi.”Setiap persoalan di tanah Papua jangan dilihat dari sisi negatif semata, namun harus dilihat dari segala sisi,” ucapnya.

  Ditanya tentang isu petisi yang masuk ke PBB, Kogoya awalnya enggan mengomentari karena hal tersebut  sangat sensitif, namun sebagai anak Papua dan kepala suku Papua, ia pun harus angkat bicara.

Saat ini gubernur adalah orang Papua, begitupun bupati dan walikotanya, semua dari Papua.“Bicara Papua Merdeka hanya membuang energi saja. Lebih baik semua kalangan khususnya mahasiswa di tanah Papua berpikir baik untuk memiliki ilmu yang benar dan sekolah yang benar. Pendidikan orang Papua perlu ditingkatkan agar berimbas pada kemajuan daerah. Soal Papua Merdeka ada di tangan Tuhan,” ucapnya.

Untuk itu, pikiran Papua merdeka harus dijauhkan dan fokuskan pikiran untuk membangun Papua dengan memanfaatkan kekayaan sumber alam yang ada saat ini. “Papua Barat jangan terpengaruh,  di sini (Papua Barat) sudah aman dan tertib,  itu harus dipertahankan,” saran Kogoya.

Ia menambahkan, OPM di Papua sudah tidak ada, karena semuanya adalah orangtua dan keluarganya.Misalnya Tabuni dan Kogoya yang dikatakan pemimpin OPM, sebut dia, sudah tidak ada lagi.

 

“Sekarang ada konsep yang kita pake yakni kalau orang asli Papua tidak bangun Papua dengan hati berarti dia bukan orang Papua. Namun orang Jawa yang bangun Papua dengan hati, maka dialah orang asli Papua,” pungkas Lenis Kogoya. (cr79)

Tinggalkan Balasan