Rumah di kawasan perumahan BTN Reremi, Distrik Manokwari Barat, habis dilalap api, Senin (15/12/2014) dinihari. Foto: Budiman/Manokwari

Letusan Petasan Diduga Jadi Pemicu Hangusnya Toko Mega Mandiri di Manokwari

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com— Penyebab kebakaran yang menghanguskan sebuah rumah yang juga berfungsi sebagai toko di kawasan perumahan BTN Reremi, Distrik Manokwari Barat, Senin (15/12) dinihari tadi diduga dipicu oleh letusan petasan.

Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian dari beberapa aparat TNI yang menjaga lokasi menyebut, seorang anak kecil sedang bermain petasan sebelum peristiwa terjadi. Petasan itu meletus di dekat bahan bakar minyak yang juga dijual di toko itu. (Baca: Pemilik Baru Saja Tidur, Toko Mega Mandiri di Manokwari Terbakar)

Seorang aparat Polres Manokwari berupaya melokalisir api dengan cara menyodok bagian bangunan yang mudah terbakar. Foto: Budiman/ Manokwari

Seorang aparat Polres Manokwari berupaya melokalisir api dengan cara menyodok bagian bangunan yang mudah terbakar. Foto: Budiman/ Manokwari

Sebelumnya, pemilik rumah, Suyanto, kepada CAHAYAPAPUA.com mengaku baru saja tertidur ketika peristiwa ini terjadi. Suyanto menyebut kebakaran tidak mungkin terjadi karena dipicu arus pendek listrik. Ia juga menyebut kerabatnya yang bernama Slamet sempat melihat seorang anak memanjat rumahnya.

Apapun penyebabnya, rumah dan toko Suyanto kini tinggal puing. Hingga berita ini diturunkan warga setempat masih berjibaku memadamkan api.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Manokwari Raymon Yap sebelumnya menilai bahwa ancaman bencana kebakaran di kota Manokwari cukup tinggi. Sayangnya ancaman itu tak diimbangi oleh tersedianya armada pemadam kebakaran yang memadai.

“Peralatan (mobil) Damkar di Manokwari masih 1 unit dan menurut informasi dari kepala Satpol PP dalam kondisi rusak. Saya kira ke depan kita harus pengadaan yang baru,” ujar Raymon.

Tidak hanya menambah jumlah mobil Damkar, hal lain yang penting adalah mempersiapkan personilnya. Petugas Damkar haruslah orang-orang terlatih yang bukan hanya tahu cara mengoperasikan peralatan pemadam api, tetapi juga menguasai ilmu tentang pemadam kebakaran itu sendiri.

“Tidak bisa orang-orang yang belum terlatih karena kebakaran itu kalau penyebabnya oleh kompor itu penanganannya sendiri, kalau yang pemicunya itu listrik itu juga sendiri jadi tidak bisa sembarang,” ucapnya.| PATRIX BARUMBUN TANDIRERUNG

 

Tinggalkan Balasan