Salah satu sudut los pasar baru Wosi dilihat dari atas. | CAHAYAPAPUA.com | Zack Tonu Bala

Listrik Diputus Sepihak, Pedagang Manokwari Menderita Kerugian

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com—  Sedikitnya 600 pedagang di Pasar Wosi yang menempati los nomor satu hingga enam,  sejak Selasa lalu tidak bisa menjalankan aktivitas jual beli menyusul pemutusan listrik oleh PLN.

Pengurus asosiasi pedagang pasar Wosi (Aspepasi) menyesalkan pemutusan listrik yang dinilai sepihak itu. Para pedagang menderita kerugian yang tidak sedikit akibat tidak bisa berjualan.

“Kami juga manusia, kenapa tidak dibicarakan dulu,” kata Husein, Koordinator Umum Aspepasi Pasar Wosi di Kantor Bupati, Rabu siang kemarin.

Ia menuturkan, pada Selasa pagi, petugas PLN yang mengaku dari PLN induk Jayapura datang ke pasar Wosi. Mereka kemudian menyampaikan bahwa telah terjadi penambahan daya listrik di Pasar Wosi yang tidak wajar.

“Dari awalnya 2.200 watt setelah mereka cek itu lompat menjadi 8.000 watt itu yang jadi permasalahannya. Jadi tanpa kompromi, mereka langsung pencabutan (meteran),” tutur Husein.

Pengurus Aspepasi kemudian menyambangi kantor PLN cabang Manokwari untuk mempertanyakan alasan dilakukan pemutusan. PLN Manokwari membenarkan alasan pemutusan bukan karena terlambat pembayaran tetapi karena ditemukan pembengkakan daya listrik yang cukup besar.

Mengetahui alasan itu, Husein bersama dengan ketua Aspepasi Abdul Hakim bersama sejumlah pengurus lainnya, kemarin, mendatangi kantor bupati untuk meminta Pemda menindaklanjuti pemutusan listrik di pasar Wosi.

Ini karena dalam hal ini para pedagang berposisi sebagai pengguna jasa.  Para pedagang yang menempati los di pasar Wosi membayar retribusi harian juga bulanan yang disetorkan ke Pemda melalui Dinas Pendapatan Pengelolah Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD).

“Data rekening listrik dari PLN sudah kami bawa ke dinas pendapatan (PPKAD) dan dijanjikan hari ini (kemarin) akan tindaklanjuti. Makanya hari ini kami cek,” ujar Husein.

Mereka mendesak Pemda segera menindaklanjuti agar temuan PLN sehingga pemutusan listrik yang telah mendatangkan kerugian bagi pedagang itu tidak sampai berlarut-larut.

“Kita mengharapkan secepatnya lampu dinyalakan, kalau bisa hari ini (kemarin) karena pedagang sudah sangat dirugikan,” ujar dia.

Sampai berita ini dibuat belum ada pernyataan resmi dari Pemda berkenaan dengan tuntutan para pedagang. Namun, sesuai informasi yang diperoleh pada Rabu petang, pihak  DPPKAD telah menyiapkan dana untuk membayar pembengkakan daya listrik yang menjadi alasan PLN memutus aliran listrik di pasar Wosi. |ZACK TONU BALA

Tinggalkan Balasan