Bupati Kabupaten Teluk Bintuni, Petrus Kasihiw (kanan)

Listrik padam, Bupati Teluk Bintuni minta PLN serius tangani gangguan

BINTUNI, Cahayapapua.com— Bupati Teluk Bintuni, Petrus Kasihiw meminta PLN serius menangani permasalahan gangguan listrik yang sudah beberapa hari ini padam.

“PLN harus serius menangani persoalan gangguan pelayanan listrik di kota Bintuni dan Babo.  Hal ini perlu diketahui masyarakat bahwa  sejak ditandatanganinya MOU antara Pemda Bintuni dan PLN area Manokwari yang juga meliputi Kabupaten Teluk Bintuni maka seluruh mesin PLTD dan operasionalnya menjadi urusan PLN, bahkan tunggakan masyarakat Rp. 3 Miliar atas pemakaian listrik hingga tahun 2015 telah dibayar 50% dari APBD Bintuni tahun 2017. Terkait sumber PLTG dari LNG Tangguh perlu diperhatikan oleh PLN agar kebutuhan listrik di Bintuni tidak terganggu,” kata Bupati lewat Whatsapp, Kamis (2/11).

Sementara mengenai perjanjian serah terima operasi (STO), Bupati berharap kepada pihak PLN jangan menjadikan alasan keberatan menandatangani MoU STO tersebut untuk pemadaman listrik di Bintuni. Karena sampai saat ini PLN belum mengembalikan dokumen STO tersebut.

“Sehingga listrik di Kota Bintuni dan Babo adalah urusan PLN, Pemda hanya mengurus listrik di desa (Lisdes). Untuk itu, belum ada rencana apapun  sebelum kami terima informasi yang pasti dari PLN,” tegas Petrus Kasihiw.

Menurut bupati, jangan sampai ada dualisme penanganan pelayanan listrik di Bintuni dan Babo. Kalau yang dari LNG ditangani oleh PLN, Pemda tidak perlu beli generator baru lagi. Karena dari 10 unit mesin PLTD yang  diserahkan ke PLN dalam STO tersebut, hanya 4 yang rusak. Sehingga bisa dioptimalkan 6 unit untuk membackup kebutuhan listrik di Bintuni, apabila ada gangguan seperti saat ini.

Sementara itu saat dikonfirmasi lewat Whatsapp, Kepala PLN Rayon Bintuni, Sapri mengatakan belum bisa memberikan keterangan, namun menyarankan datang ke kantor dan ketemu langsung dengan ketua tim STO dan Manajer Area.

“Kalau mau jelasnya, besok pagi (Jumat red) bapak bisa ke PLN untuk konfirmasi hal ini. Karena kebetulan ketua tim STO dan manajer area Manokwari ada di Bintuni,” pungkasnya. (ART)

Leave a Reply

%d bloggers like this: