Sedikitnya seratus orang kepung Kantor PLN Rayon Bintuni tuntut listrik agar menyala normal.

Listrik padam dua pekan, masyarakat Bintuni kepung PLN

BINTUNI, Cahayapapua.com— Tanyakan kejelasan penanganan gangguan listrik, sedikitnya seratus orang dari aliansi masyarakat peduli listrik menggelar aksi demo damai mengepung kantor PLN Rayon Bintuni, Bintuni Kota, Jumat (10/11) sekitar pukul 15.00 Wit.

Dari pantauan aksi diawali dengan berkumpulnya massa di Taman Kota, Kali Tubi. Kemudian massa yang membawa sejumlah spanduk bertuliskan pernuntutan melakukan longmach menuju kantor PLN Rayon Bintuni yang berada tidak jauh.

Dalam orasinya massa menuduh petugas PLN sengaja tidak memberikan pelayanan dengan baik. Sehingga merugikan banyak orang baik dibidang pendidikan, ekonomi mupun bidang lainnya.

Masa juga menuntut pimpinan PLN turun dari jabatannya karena dinilai tidak sanggup mengemban tugas memberikan pelayanan listrik yang baik di Bintuni.

Besok harus lampu harus sudah normal, jika tidak massa mengancam akan membakar kantor PLN, dan meminta persoalan ini harus diselesaikan di meja rundingan di DPRD, bersama BP Tangguh, Pemda Teluk Bintuni, PLN pusat dan perwakilan masyarakat.

Dalam orasinya, koordinator massa, Septer Serimbe membacakan surat pernyataan. Dia mengatakan sejauh mana penanganan PLN memperbaiki gangguan dan kapan akan listrik kembali normal.

“Lembaga 7 suku meminta PLN segera nengambil langkah positif dan tidak usah saling melempar tanggungjawab. Lembaga 7 suku sangat mengerti siapa yang harus bertanggungjawab terhadap masalah ini, karena setelah penandatanganan MoU sudah bukan lagi tanggungjawab pemda, atau BP Tqngguh tapi menjadi PLN,” katanya.

Lanjut Setimbe menegaskan tuntutan masyarakat yakni meminta PLN mengupayakan agar lampu listrik dalam waktu dekat normal kembali, pemdaman listrik yang tidak beraturan sangat mengganggu semua aktifitas, baik di kantor pemerintah bahkan swasta lumpuh total, terlebih lagi mengakibatkan dunia pendidikan mengalami kemunduran yang sangat signifikan. Lembaga 7 suku tidak mau terima listrik baru akan normal 9 Desember 2017 mendatang.

Pasalnya, dengan adanya pemadaman bergilir sangat berpengarus pada perekonomian di pasar dan menyebabkan rendahnya perputaran uang dan berdampak pembangunan di kabupaten ini. Jika tuntut tidak diindahkan lembaga adat dan massa akan mendatangi pemerintah untuk mencabut kerja sama yang sudah disetujui.

“Lembaga adat akan datangi pemerintah daerah, karena pemerintah daerah jangan lepas begitu saja, harus bertanggungjawab bersama BP, kita duduk sama -sama. Kami masyarakat Teluk Bintuni minta bapak (Manajer) mengundurkan diri, karena tidak mampu,” katanya.

Dia juga mendesak PLN hari ini juga harus menyala listrik dengan normal, atau besok harinya. Kalau tidak massa akan datang dengan  yang lebih besar.

Menjawab tuntutan tersebut,  Manajer PLN Area Manokwari Sulisyo mengatakan menjanjikan akan menormalkan 24 jam pelayanan listrik di ibu kota kabupupaten gas ini mulai 17 November 2017.

“Kami janji akan berupaya, mulai tanggal 12 November 2017, mesin dengan saya 800 kw akan didatangkan dan difungsikan,  tanggal 17 November ini juga diharapkan akan masuk mesin dengan daya 700 kw, saya tidak bisa kabulkan permintaan, dalam satu pekan kedepan tetap belum bisa normal. Tapi mulai 17 November 2017 diharapkan sudah tidak ada lagi pemadaman,”

Sulisyo juga berharap masyarakat bersabar, dan mohon diberikan waktu untuk memperbaiki sistem di Bintuni ini. Dirinya mengaku sebagai masyarakat juga bisa merasakan apa yang bisa bapak ibu rasakan.

Menurut dia Tim dari Jakarta juga sudah ada di Bintuni sedang memperbaiki mesin milik PLTD, diharapkan dua hari kedepan sudah bisa ada penambahan daya. Pihak PLN juga berencana mendatangkan dua mesin dari Manokwari untuk mendukung kekurangan daya di Bintuni. “Ini bukan omong kosong, karena kami ada perbaikan di PLTD,” ucapnya.

Sementara Manajer PLN Rayon Bintuni, Sapri mengatakan secara pribadi mengucapkan permohonan maaf, karena sudah berusaha sebaik mungkin memberikan pelayanan namun karena ada gangguan teknis sehingga belum bisa menyala normal.

“Pengadaan mesin dan perbaikan mesin perlu anggaran, dan kebijakan ini ada di PLN Area Manokwati. Selama 24 jam kedepan kami belum bisa menyalakan listrik secara normal,” tegas Sapri.

Usai mendapat penjelasan dari dua pimpinan PLN tersebut, massa mau menerima dengan ancaman akan mengawal kinerja PLN. Jika sampai dengan batas waktu yang dijanjikan tidak normal, massa akan kembali datang.

Aksi berjalan tertib aman dan kondusif berlangsung kurang lebih 2 jam dengan pengawalan ketat oleh puluhan anggota Polres Teluk Bintuni. Nampak turun langsung ditengah -tengah kerumunan massa Kapolres AKBP Andriani Ananta, Wakapolres Kompol Jupri Tampubolon. (art)

Leave a Reply

%d bloggers like this: