Ilustrasi. Site Tangguh LNG di Distrik Babo, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. | Dokumentasi CAHAYAPAPUA.com

Tangguh LNG Diharapkan Tampung 2200 Pencaker

BINTUNI, Cahayapapua.com— Pembangunan kilang gas LNG Tangguh Train 3 di Kabupaten Teluk Bintuni, dalam waktu dekat akan dimulai. Jika selesai, diharapkan dapat menampung sekitar 2200 pencari kerja (pencaker).

Kepala Bidang Hubungan Industri dan Pengawasan Tenaga Kerja, Disnakertrans Kabupaten Teluk Bintuni, Adrian Supusepa beharap adanya rekruitmen sekitar 2200 pencaker agar dapat mengatasi pengangguran dan kemiskinan di daerah tersebut.

“Selanjutnya BP Tangguh perlu memberikan pelatihan tenaga kerja khusus di bidang migas. Jadi ada sertifikat, pengalaman kerja itu bisa bermanfaat,” sarannya.

Lain halnya dengan Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans, Daniel Dudung. Jelas dia, kemampuan pencaker di Bintuni dominan pekerja non skil dan semi skill. “Kami (Pemda) harap mereka bisa mengisi lowonga kerja yang dibutuhkan pihak LNG. Jumlahnya sekitar 7000 orang,” ungkapnya.

Sementara klasifikasi skill dan hight skill, jelas dia belum terlalu banyak. “Angka pengangguran di Bintuni hingga Desember 2015 mencapai 2200 orang.  Harapan  kami pembangunan kontruksi train 3  tentu butuh banyak tenaga kerja jadi bisa memanfaatkan tenaga kerja non skil dan semi skill,” harapnya.

Pada kesempatan ini, Dudung menjelaskan UU No 7 Tahun 1981 tentang wajib lapor ketenagakerjaan. “Di situ tersurat jelas setiap perusahaan yang hendak buka kantor baru, 31 hari aktivitas berakhir harus melapor ke kementerian yang ditunjuk di daerah, termasuk membuka lowongan kerja,” pungkasnya. (ART)

Tinggalkan Balasan