Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Teluk Bintuni, Andrias Tomy Tulak.

Lokasi alun-alun Kota Bintuni akan ditinjau kembali

BINTUNI, Cahayapapua.com— Lokasi pembangunan alun – alun Kota Bintuni di Lapangan SP 5, Kampung Argosigemerai, Distrik Bintuni, Teluk Bintuni, akan ditinjau kembali. 

Bupati Kabupaten Teluk Bintuni Petrus Kasihiw, Sabtu (12/8), mengatakan, peninjauan ulang lokasi alun- alun dilakukan  untuk disinkronkan dengan tata ruang Kota Bintuni. Karena akan dilihat dari sejumlah aspek misalnya posisi kajian lapangan terkait jalur masuk alun-alun dan sejumlah hal teknis lainnya.

Disinggung peninjauan ini dampak adanya penolakan dari pemilik hak ulayat Marga Tiri, Kasihiw menegaskan bahwa rencana peninjauan ulang pembangunan alun-alun ini bukan karenakan masalah penolakan tersebut, melainkan berkaitan dengan masalah kajian teknis lapangan yang kurang memungkinkan untuk dilakukan pembangunan di SP 5.

Bupati mengatakan alasan penolakan ini pun disinyalir karena pemilik hak ulayat tidak kebagian proyek pekerjaan fisik dari dinas pekerjaan umum. “Masih ada alternatif  lokasi lain yang akan disiapkan yakni di depan kantor KPU sebelum Kali Tisai. Kita memang perlu persiapkan lokasi alternatif, tapi saya masih tetap ingin lokasinya di SP 5, yang di depan KPU hanya cadangan saja,” kata Bupati, di halaman Gedung Serba Guna, Bintuni Kota.

Dalam kesempatan berbeda, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Teluk Bintuni Andrias Tomy Tulak juga membenarkan pihaknya bersama Bappeda akan meninjau ulang letak posisi alun-alun untuk disesuaikan dengan tata ruang Kota Bintuni.

“Nanti kita akan tinjau lagi kesesuaiannya dengan tata ruang. Kita masih akan koordinasi dengan Bappeda karena itu belum final. Kalau memang harus di situ (SP 5) kita akan mengubah materi teknis dari letak tata ruang Kota Bintuni karena itu sudah hampir final,” ujar Tomy Tulak.

Mantan Sekretaris Bappeda ini mengatakan pihaknya akan melakukan pengecekan lokasi yang benar-benar pas untuk dijadikan alun-alun. Ini agar lokasi yang disiapkan sesuai tata ruang kota.

Pembangunan alun-alun Kota Bintuni ini sudah masuk dalam dokumen rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kabupaten Teluk Bintuni. Rencana yang menjadi program perioritas kepala daerah ini juga telah sering disampaikan oleh bupati diberbagai kesempatan. Pasalnya penyediaan fasilitas umum ini sebagai wujud kepedulian pemerintah mempersiapkan lokasi representatif untuk warga masyarakat di kota Bintuni.  (art)

Tinggalkan Balasan