Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Teluk Wondama, Bernard Setiawan. Zack Tonu B/Cahaya Papua

WASIOR, Cahayapapua.com— Kendati sudah mendapat persetujuan dari masyarakat pemilik tanah lokasi pembangunan Bandara baru, Pemkab Teluk Wondama harus mengajukan permohonan pinjam pakai kawasan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Ini karena kawasan lahan Bandara baru di Mawoy, Kampung Dotir, Distrik Wasior  berstatus HPT atau hutan untuk produksi terbatas. “Jadi harus ada pinjam pakai kawasan dan revisi tata ruang Kabupaten juga Provinsi Papua Barat. Itu tugas Pemda yang harus kita selesaikan,”kata Kepala Dinas Perhubungan Teluk Wondama Bernadus Setiawan  kepada Cahaya Papua di Wasior, Selasa (27/2).

Sementara untuk tanahnya sendiri yang direncanakan berukuran 4.000 x 700 meter, menurut Bernard, Pemkab telah membentuk tim pengadaan tanah untuk mengurus pembebasan lahannya. Rencananya pembayaran tahap pertama akan dilakukan dalam tahun ini. “Anggarannya sudah ada dalam APBD 2018. Begitu selesai hasilnya langsung kita sertifikat, itu yang kita utamakan,” tuturnya.

Dia mengatakan, status kepemilikan tanah harus secepatnya dituntaskan sebab Kementerian Perhubungan telah menjadwalkan pelaksanaan analisa mengenai dampak lingkungan (AMDAL)  serta rencana teknik terperinci (RTT) dilakukan dalam tahun 2018 ini.

“Kita sudah usulkan landclearing dan pematangan lahan pada 2019, 2020 baru (pembangunan) fisik. Ini usulannya sudah masuk,” pungkas eks Sekretaris Dinas Kehutanan Teluk Wondama ini. | Zack Tonu B

Leave a Reply