Alimudin Baedu
Alimudin Baedu

Lokasi Industri, Bintuni Klaim Tanah Adat di Sumuri Sudah Beres

BINTUNI, Cahayapapua.com— Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni mengklaim telah menyelesaikan pengukuran tapal batas hak ulayat masyarakat adat di Distrik Sumuri yang dipersiapkan sebagai kawasan industri.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Teluk Bintuni Alimudin Baedu, mengatakan penyelesaian batas tanah hak ulayat sudah disepakati dengan ditandatanganinya surat kesepakatan oleh seluruh ketua adat, kepala kampung dan disaksikan oleh pemerintah daerah dan DPRD.

“Secara keseluruhan di Distrik Sumuri terdapat 19 marga yang pada 3 Oktober lalu sudah mendatangani kesepatakan tapal batas yang dihadiri oleh bupati, ketua DPRD, dan sejumlah pejabat, juga disaksikan oleh ketua LMA,” kata Alimudin di gedung DPRD, Kota Bintuni, Senin (17/10/2016).

Alimudin mengatakan pemerintah perlu menyelesaikan pengukuran tapal batas hak ulayat masyarakat di Distrik Sumuri karena daerah tersebut dipersiapkan sebagai kawasan industri.

Kedepannya distrik yang terletak dibagian selatan ini diprediksi akan tumbuh dan berkembang menjadi daerah yang akan berkontribusi bagi kabupaten penghasil gas ini.

Ditanya soal perkembangan persiapan kawasan industri di Kampung Onar, Distrik Sumuri, Kepala Bappeda mengatakan, saat ini pemda sedang menunggu hasil negoisasi antara PT. Pupuk Indonesia yang masih terus melakukan negoisasi dengan Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral, serta SKK Migas terkait harga gas.

“Kendalanya belum ada kesepakatan antara pemerintah pusat dengan investor. Kalau harga sudah disepakati pasti calon investor akan melakukan langkah-langkah pembangunan,” katanya.

Terkait dengan pemetaan wilayah, sudah dilakukan oleh Badan Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu Provinsi Papua Barat, BPN, dan bersama masyarakat, dan lokasi itu seluas kurang lebih 2112 hektar.

Distrik Sumuri rencananya akan dibangun pabrik pupuk, pabrik chemical, dan juga pabrik-pabrik turunan. PT Pupuk Indonesai sendiri membutuhkan lahan seluas 500 hektar. (ART)

Tinggalkan Balasan