ilustrasi

Longboat tenggelam di Kaimana, 3 warga dikabarkan meninggal

KAIMANA, Cahayapapua.com— Dua puluh orang warga Kampung Wosokuno, Distrik Yamor, Kabupaten Kaimana, penumpang longboat fiber berkekuatan 40 dan 12 PK yang hendak berlayar menuju kota Kaimana, dikabarkan tenggelam di Tanjung Boy wilayah Distrik Teluk Etna, Selasa (9/1/2018). Tiga diantaranya ditemukan meninggal, sementara satunya hilang dan belum ditemukan.

Dari tiga korban meninggal ini, satu diantaranya merupakan bayi laki-laki, sedangkan dua lainnya merupakan perempuan dewasa. Korban selamat maupun meninggal ini telah dievakuasi menuju Kiruru, Ibukota Distrik Teluk Etna.

Informasi ini dibenarkan salah satu saksi mata, Mateus Karafei, yang pertama kali menemukan korban dan memberikan pertolongan. Kepada Cahaya Papua, Rabu (10/1) kemarin, Karafei menjelaskan, korban selamat dan meninggal ini ditemukan pada sekitar pukul 16.00 WIT pada saat dirinya bersama tiga rekan hendak mencari ikan di Perairan Tanjung Boy.

Penemuan korban berawal dari adanya tangki BBM yang mengapung. Selanjutnya, beberapa menit, pada saat menoleh kearah pantai, terlihat ada lambaian tangan meminta tolong dari korban selamat. Namun karena gelombang cukup tinggi dan terpaan angin sangat kencang, perahu mereka sedikit mengalami kesulitan untuk menerobos ombak menuju TKP.

“Mereka celaka sekitar jam 2 siang, karena waktu itu sekitar jam 4 sore, saya keluar dari Viema lalu putar-putar tanjung. Memang laut agak gelombang karena angin barat. Saat putar itu sempat lihat tangki mengapung. Saya berteriak adik laki-laki coba lihat jangan sampe ada yang celaka. Pas buang mata kesebelah darat, ada yang minta tolong,” jelas Karafei.

Dijelaskan, korban pertama yang ditolong adalah empat orang yang masih bertahan di body longboat. Mereka dievakuasi sementara ke viema, sedangkan belasan lainnya termasuk korban meninggal, dievakuasi setelah pihaknya melapor kepada Kepala Kampung Warifi dan meminta dukungan longboat.

Ditambahkan, setelah berhasil diselamatkan, korban kecelakaan termasuk yang meninggal dunia dibawah ke Kiruru ibukota Distrik Teluk Etna. Jumlah korban yang selamat dan meninggal diperkirakan sebanyak 20 orang. Satu diantaranya belum ditemukan.

Berdasarkan keterangan warga yang selamat lanjut Karafei, dua perempuan dewasa yang meninggal merupakan warga Kabupaten Dogiyai, Papua, yang datang ke Wosokuno untuk Natal bersama keluarganya.

“Mereka semua dibawa ke Kiruru, yang meninggal belum dikubur karena dua jenasah perempuan dewasa itu bukan orang dari kampung setempat tapi dari kabupaten sebelah. Mereka turun ke Kaimana supaya naik pesawat ke daerahnya lewat Nabire. Sedangkan bayi memang orang Wosokuno, dia ada sama orangtuanya yang selamat dari kecelakaan,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, Tim SAR Kaimana dan aparat Kepolisian sedang melakukan pencarian korban hilang di lokasi kejadian. “Kami tadi pagi jam 6 datang ke kota. Kami tidak tahu apakah yang hilang ini sudah ditemukan atau belum karena tim SAR masih melakukan pencarian,” jelasnya.

Sementara pihak Satpol Air yang dikonfirmasi terkait masalah ini belum bisa memberikan keterangan. Mereka sendiri belum mendapat informasi dan data pasti terkait kejadian ini. (isa)

Leave a Reply

%d bloggers like this: