LP3: Turunkan Tarif Angkutan Umum

KOTA SORONG, CAHAYAPAPUA.com— Direktur Eksekutif Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pembangunan (LP3) Kota Sorong, Abdullah Usman Yeubun, mendesak Organda dan instansi terkait, untuk menurunkan tarif angkutan umum (angkot) di Kota Sorong, setelah harga BBM turun 1 Januari 2015 lalu.

Menurut Abdullah, secara nasional harga BBM telah diturunkan, sehingga secara otomatis, harus ada penurunan tarif transportasi di Kota Sorong.

“Kenapa saat BBM turun, tidak ada yang mau turunkan harga taksi, tapi jika BBM baru sebatas wacana akan dinaikkan, maka harga-harga transportasi sudah dinaikkan, bahkan melakukan aksi mogok segala,” kata Abdullah di Kota Sorong, Senin (5/1/2014).

Menurut Abdullah, kepentingan rakyat kecil harus diutamakan sehingga tidak ada alasan untuk tetap mempertahankan tarif angkutan umum yang berlaku saat ini.

Selain soal BBM, Abdullah juga menyoroti harga sembilan bahan pokok. Ia mendesak agar Sembako juga disesuaikan dengan turunnya BBM. Persis seperti tarif angkot, Sembako juga dinilai langsung naik ketika kenaikan BBM baru bersifat rencana pada akhir tahun 2014 lalu.

Muhdar Iksan Weul, warga setempat, meminta dinas terkait untuk mengambil langkah cepat memantau harga-harga sembako di pasar-pasar.

“Pemerintah juga harus memantau harga sembako di pasar. Tidak hanya mengatasi kenaikkan harga BBM,” kata Muhdar.

Seperti diketahui, harga premium yang berlaku saat ini adalah Rp. 7.600 per liter. Sementara solar Rp. 7.250. Harga baru premium itu tidak lagi disubsidi pemerintah, tapi dilepas kemekanisme pasar, sementara solar masih mendapat subsidi sebesar Rp. 1000 per liternya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari ketua Organda Kota Sorong, maupun instansi terkait. |CR71

Tinggalkan Balasan