YAN CHRISTIAN WARINUSSY
YAN CHRISTIAN WARINUSSY

LP3BH Pertanyakan Protap Penembakan Bentrok Sanggeng

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Lembaga Penelitian dan Pengembangan Pengkajian Bantuan Hukum (LP3BH), kembali mempertanyakan, terkait Protap Penembakan saat bentrok yang terjadi di Sanggeng, Rabu (26/10).

Pasalnya salah satu korban penembakan yakni, Erikson Inggabouw Yumaki, yang kini dirawat di salah satu Rumah Sakit di Jakarta akibat luka padadi lehernya yang diduga kena tembakan polisi saat kejadian.

Direktur LP3BH Manokwari, Cristian Warinussy di status akun facebook milikya, menyerukan agar aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) dan Masyarakat Papua serta Komnas HAM yang ada di Jakarta dan juga pimpinan dedominasi gereja di tanah papua agar menyimak dengan baik analisa saudari Veronica Komang aktivis HAM Papua dan kawan – kawannya.

“Analisa tersebut didasari dengan hasil wawancara mereka dengan salah satu korban yang kena tembakan aparat kepolisian di Sanggeng yaitu Erikson Inggabouw. Sebab dia di duga keras kena tembakan peluru tajam yang mengenai leher dan tembus di dagunya “ kata Warinussy dalam status di akun facebook miliknya, Selasa (01/11).

Dalam akunya, Warinussy, menepis adanya adanya pernyataan Kapolda PB di media massa mengenai Standar Operasional Prosedur (SOP) atau Protap penembakan menggunakan peluru karet dan peluruh hampa serta di arahkan sasaranya ke bawah.

Sementara Kapolda PB Brigjen Polisi Royke Lumowa yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, Korban Erikson kini di rawat di RSPAD Gatot Subroto jakarta pusat dan dari keterangan pihak RSPAD Gatot Subroto korban Erikson tidak terkena tembakan peluru baik karet maupun tajam.

“Tadi sore melalui telepon sudah di konfirmasi oleh pihak RSAL ke  RSPAD Gatot Subroto bawa rahang Erikson tidak terkena tembakan peluru karet maupun peluru tajam “ ujar Lumowa melalui pesan singkat whatsApp. (MAR)

Tinggalkan Balasan