Ilustrasi

LPMP PB : Full School Tidak Harus Dipaksakan di Semua Sekolah

MANOKWARI, Cahayapapua.com—- Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Papua Barat menilai rencana penerapan sistem full school atau sekolah penuh oleh Mentri Pendidikan yang baru ini telah menimbulkan pro dan kontra dari para pelaku pendidikan.

Kepala LPMP Papua Barat, Adrian Howay mengatakan, proses belajar mengajar yang dilakukan sejak pagi hingga sore hari itu, sebenarnya telah diberlakukan di beberapa negara maju, namun sistem tersebut juga tidak harus dipaksakan untuk diterapkan di semua sekolah.

Mengingat jika sistem tersebut nantinya disahkan dalam Peraturan Mentri Pendidikan, maka perlu kajian mendalam lagi untuk melihat sekolah-sekolah yang siap dalam menjalankannya, sebab untuk menerapkan sistem full school tersebut diperlukan fasilitas serta tenaga guru yang memadai.

“Yang jelas itu baru rencana karena belum menjadi Peraturan Pemerintah atau Peraturan Mentri, tapi kalau ini sampai jadi diterapkan maka nanti ada satu hari mereka istirahat yakni hari Sabtu,”jelasnya.

Adrian sendiri menilai tujuan utama dari rencana sekolah penuh ini agar menekan gejolak sosial yang sering terjadi terhadap anak-anak sekolah, sehingga melalui sistem tersebut anak-anak sekolah pada jam tertentu sudah mendapatkan pengawasan dari para guru atau sekolahnya.

Ia juga mengutarakan dengan sistem tersebut maka mutu pendidikan di semua daerah akan merata sama, mengingat pembelajaran akan semkain efektif sesuai dengan waktu yang sudah ditetapkan.

“Kalau saya bilang ini sangat bagus terutama pada sekolah-sekolah yang berada di perkotaan, sedangkan sekolah yang berada di wilayah pinggiran bisa disesuaikan saja, dan untuk mendorong peningkatan mutu saya pikir ini rencana bagus,”tegasnya.

Ia meyakini di Papua Barat,  semua sekolah mampu menerapkan sistem tersebut, namun dapat dilakukan secara bertahap dan membutuhkan waktu yang lama. (ACS)

Tinggalkan Balasan