Presiden Jokowi meninjau pembangunan Pasar Rufei, di Kota Sorong, Papua Barat, Minggu, (28/12/2014) Foto : Setkab RI

LSM Akan Kawal Bantuan 50 Miliar untuk Pasar Rufei Kota Sorong

SORONG,CAHAYAPAPUA.com– Bantuan anggaran senilai Rp 50 miliar yang diberikan Presiden Joko Widodo kepada Pemerintah Kota Sorong, untuk pembangunan Pasar Rufei, Kota Sorong, akan dikawal ketat oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Laskar Anak Bangsa Anti Korupsi (Labaki) dan sejumlah tokoh Pemuda Papua.

Sekretaris LSM Labaki, Provinsi Papua Barat, Andrew Warmasen menyambut baik bantuan yang diberikan itu.

Menurutnya seluruh masyarakat harus mengawasi proses pembangunan pasar Rufei sehingga tidak ada penyalahgunaan anggaran, sebab dana yang diberikan tidak sedikit.

Andrew meminta kepada pihak pengguna dana bantuan itu, agar lebih berhati-hati, supaya tidak menjadi bomerang bagi instansi terkait.

Selain itu, dirinya menginginkan agar tim kerja Joko Widodo yang berada di Papua Barat, khususnya Kota Sorong, untuk dapat bersinergi, guna mengawal dana bantuan yang diberikan.

“Kalau bisa tim kerja Jokowi yang ada di Sorong dapat bersinergi dengan, masyarakat untuk memantau dana bantuan yang diberikan oleh presiden RI,” ujarnya di Kota Sorong, Selasa (6/1/2015).

Jika dalam bantuan Rp 50 miliar terdapat indikasi korupsi, maka pihaknya akan berkoordinasi dengan tim kerja Joko Widodo, sebagai tim pemenangannya untuk mengusut tuntas kasus itu.

Hal senada disampaikan Tokoh Pemuda Papua, Klois Yable. Menurutnya bantuan Rp 50 miliar yang diberikan pemerintah pusat merupakan salah satu bentuk kepedulian presiden kepada masyarakat di Papua. Pasalnya, dana yang diberikan untuk pembangunan pasar, tentunya diharapkan dapat terealisasi dengan baik, sehingga tidak ada lagi masyarakat Papua yang berjualan dengan beralaskan karung di pasar maupun sepanjang jalan raya yang ada di Kota Sorong.

“Saya pikir bantuan yang diberikan oleh Joko Widodo adalah salah satu bentuk kepedulian terhadap masyarakat Papua di Kota Sorong, supaya tidak ada lagi mama-mama papua di Kota Sorong berjualan dengan alas karung goni,” kata Klois Yable.

Namun, lanjut Klois, bantuan tersebut tentunya akan dikawal ketat oleh sejumlah tokoh pemuda Papua, sehingga tidak ada proses penyelewengan anggaran.

“Kita akan kawal ketat supaya dana tersebut dapat digunakan dengan baik,” ujar Klois. Sembari mengajak seluruh masyarakat yang ada di Kota Sorong, untuk dapat bersama mengawal proses dana terebut. | CR72