Mahasiswa melakukan negosiasi dengan Asisten 1, C. Jamlean dan Kepala Biro Umum Setda Kabupaten Manokwari, Jhon Dowansiba sebelum palang kantor Bupati Manokwari dibuka. (Foto : CAHAYA PAPUA/MUHAMMAD RIZALDY)

Mahasiswa Buka Palang Kantor Bupati Manokwari

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com––Puluhan mahasiswa Manokwari, Jumat (12/6/2015) akhirnya membuka kembali palang yang di pasang beberapa waktu lalu di pintu gerbang kantor bupati Manokwari.

Pembukaan palang ini dilakukan setelah Pemda membayar Rp 10 juta sebagai ganti darah Babi yang dipotong di lokasi palang.

Prosesi potong Babi ini merupakan satu dari beberapa poin kesepakatan antara Pemda Manokwari bersama mahasiswa sebelum pembukaan palang.

Beberapa poin lain hasil negosiasi mahasiswa dengan Asisten I setda Kabupaten Manokwari C. Jamlean serta Kepala Biro Umum setda Manokwari Jhon Dowansiba, antara lain Pemda Manokwari memfasilitasi biaya transportasi sebesar Rp. 10 juta untuk memulangkan peserta aksi hingga tiba di rumah masing-masing dan memastikan penyaluran bantuan pendidikan, proposal bantuan masyarakat yang diajukan masyarakat dapat terealisasi pada Senin (15/6/2015).

Setelah menerima uang tersebut, mahasiswa kembali menekankan agar Senin pekan depan bantuan pendidikan dan proposal bantuan masyarakat benar-benar terealisasi. Jika tidak mahasiswa mengancam, selain memalang kembali kantor bupati , mereka pun akan memalang rumah kepala Dinas Keuangan, Fery Lukas serta bendahara kabupaten, Semuel Ayorbaba.

Sebelumnya mahasiswa melakukan aksi demonstrasi yang berujung pemalangan gerbang utama kantor Bupati Manokwari, aksi demo dan pemalangan itu berlangsung sejak Kamis (11/6/2015) hingga Jumat (12/6/2015). Yang merupakan buntut dari terlambatnya penyaluran dana bantuan pendidikan bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di kampus-kampus di luar Manokwari. |MUHAMMADRIZALDY