Ilustrasi

Lagi Mahasiswa Ditahan karena Kasus Pencabulan Anak Dibawah Umur

MANOKWARI, Cahayapapua.com—— Polres Manokwari kembali menangkap pelaku pencabulan anak di bawah umur yang di laporkan pada (19/5/2016) lalu, setelah mendapat laporan.

Polisi saat itu langsung membuat surat panggilan pertama yang direspon oleh pelaku DYA, yang diketahui adalah mahasiswa di salah satu perguguruan tinggi di Manokwari.

Kapolres Manokwari AKBP. Cristian Roni melalui Kanit PPA Ipda Nikita Tambengi STK yang ditemui Cahaya Papua, Selasa (31/5/2016) mengatakan, awalnya ibu korban melaporkan bahwa anak gadisnya telah di perkosa, dan dalam pemeriksaan pertama korban pun mengakui dirinya diperkosa.

Korban inisial ZKS (15 tahun) ini diketahui masih duduk di kelas 2 SMP. Ia kini telah hamil empat bulan.

“Antara korban dengan pelaku masih terikat hubungan keluarga, sedangkan perbuatan ini di perkirakan sekitar bulan September tahun 2015 lalu,” ujar Ipda Nikita.

Setelah mendapat surat panggilan dari polisi pelaku DYA (24 tahun) itu langsung menyerahkan diri pada Selasa (31/5/2016) pagi, sekitar pukul 8.00 WIT.

“Motif pelaku DYA yang meniduri korban ini atas dasar suka sama suka, namun dari hasil pemeriksaan yang di lakukan terhadap korban mengaku pelaku melakukan pemaksaan terhadap korban, perbuatan keduanya sudah di lakukan berulang kali dan di tempat berbeda baik di rumah korban maupun di asrama jalan Merapi Fanindi yang saat ini pelaku tinggal,” kata Ipda Nikita.

Saat menerima panggilan pertama pelaku langsung mendatangi kantor polisi, lalu di lakukan pemeriksaan, pelaku pun mengakui perbuatanya. Usai pemeriksaan pelaku langsung di tahan di sel tahanan Mapolres Manokwari dari 31 Mei hingga 19 Juni 2016.

Pelaku DYA di jerat dengan pasal 76 d Jo 81 UU perlindungan anak dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara. (MAR)

Tinggalkan Balasan