Satu dari sekian kantor di Jalan Percetakan Negara Manokwari yang dipalang pemilik hak ulayat, Selasa (2122014). Foto : CAHAYAPAPUA.com | Adith Setyawan

Mahasiswa Minta Kebiasaan Blokade Kantor Dihentikan

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com– Mahasiwa meminta masyarakat menghentikan kebiasaan memblokade kantor yang selama ini kerap terjadi di Manokwari.

Sebab hal itu justru akan mempersulit masyarakat dalam mengakses informasi dan pelayanan yang diberikan oleh pemerintah.

“Karena kantor lurah Sowi dipalang (blokade) sudah 1 tahun lebih, hingga hari ini masyarakat tidak dapat mengakses pelayanan. Padahal cukup banyak aktifitas warga yang membutukan peran aparatur kelurahan,” kata ketua GMNI Manokwari, Lameck Dowansiba, Rabu (3/12/2014).

Ia pun tak mau, pemalangan 11 kantor pemerintahan dan pelayanan publik di jalan Percetakan Negara Selasa lalu berdampak buruk kepada masyarakat.

“Kebiasaan ini tidak bagus dan sangat merugikan masyarakat, ada baiknya persoalan itu dapat dibahas baik-baik bersama pemerintah. Biarkan aktivitas perkantoran terus berjalan,” kata Lamek.

Ia pun menyayangkan, pemalangan selasa itu dilakukan terhadap kantor puskesmas Sanggeng. Ia yakin hal itu akan berdampak pada pelayanan kesehatan di wilayah distrik Manokwari Barat.

Pemalangan kantor itu akan berdampak pada penumpukan pekerjaan aparatur pemerintah, jika hal ini berlarut lama, akan melahirkan persoalan baru bagi pemerintah maupun masyarakat di Manokwari.

Lamek berharap, pemerintah bijak, dan segera turun untuk menyelesaikan persoalan ini. Baginya pemerintah mesti segera menyiapkan forum terbuka untuk menggelar pertemuan agar persoalan itu dapat diselesaikan dengan baik.

Ia pun minta warga terutama pemilik hak ulayat untuk turut memikirkan kepentingan umum bukan justru berfikir untuk kebutuhan pribadi saja. Sebab selain mengganggu proses pembangunan, kebiasaan ini akan menjadi sebab bagi investor untuk enggan berinvestasi di Manokwari. |TOYIBAN

 

EDITOR: DUMA TATO SANDA

Tinggalkan Balasan