Aksi protes sekelompok mahasiswa di kantor tim seleksi anggota KPU Papua Barat Senin lalu. | CAHAYAPAPUA.com | Rizaldi

Mahasiswa Protes Pencalonan Amos Atkana sebagai Anggota KPU PB

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com– Pencalonan Ketua KPU Maybrat Amos Atkana sebagai anggota KPU Papua Barat, yang saat ini masih dalam tahap seleksi, disikapi mahasiswa Maybrat yang berkuliah di Manokwari, Senin (19/1/2015).

Mahasiswa menuduh Amos Atkana terlibat sejumlah pelanggaran di kabupaten Maybrat. Pelanggaran yang dituduhkan kepada Amos itu dinilai telah menyebabkan dibakarnya kantor KPUD Maybrat sebagai buntut kekecewaan masyarakat atas gugurnya pasangan calon bupati dan wakil bupati Drs. Agustinus Saa dan Drs. Andi Antoh.

Amos juga dituduh bertanggungjawab atas penggelembungan suara pada Pilkada Maybrat hingga politik transaksional 2014 lalu karena tidak melakukan pleno rekapitulasi suara calon anggota DPRD Provinsi, DPR RI dan DPD RI.

Meski demikian, sekelompok mahasiswa yang menamakan diri Solidaritas Mahasiswa Peduli Demokrasi dan Pembangunan Maybrat itu tidak menunjukkan bukti ketika mendatangi kantor panitia seleksi calon anggota KPU Papua Barat di jalan Drs. Esau Sesa.

Aksi yang berlangsung sekitar pukul 14.00 itu dimulai dengan menempelkan sejumlah pada kertas di dinding sekretariat tim seleksi. 2 jam kemudian Ketua tim seleksi Abdullah Killian didampingi anggota Musa Opur dan Mus Mualim bertemu mereka.

Selain secara tertulis, koordinator aksi Kosmas Asem juga melontarkan tuduhan-tuduhan itu secara lisan saat berhadapan dengan Timsel.

Mereka juga meminta timsel melakukan seleksi secara selektif dan mempertimbangkan aspirasi mereka. “Konflik politik di kabupaten Maybrat merupakan konflik yang bersumber dari Pilkada bupati dan wakil bupati. Konflik itu telah menimbulkan perpecahan dan permusuhan diantara masyarakat Maybrat,” kata Amos.

Abdullah Kilian mengatakan pihaknya menerima aspirasi tersebut, namun akan tetap melaksanakan tugas sesuai mekanisme dan tahapan seleksi.

“Timsel hanya sebagai fasilitator dalam melakukan tahapan seleksi. Lulus dan tidaknya calon anggota KPU PB itu berdasarkan hasil penilaian yang akan dilaksanakan pada setiap tahapan seleksi,” kata Killian memberi penjelasan. | CR-70

Tinggalkan Balasan