Ratusan Mahasiwa Unipa, saat menggelar aksi protes kenaikan SPP di depan pintu gerbang kampus, Selasa (6/6).

Mahasiswa Unipa lumpuhkan aktivitas perkuliahan

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Puluhan mahasiswa Universitas Papua, Selasa (6/6), sekitar pukul 09.00 WIT, memblokir seluruh pintu kampusnya menggunakan balok.

Aksi yang melumpuhkan aktivitas perkuliahan ini dilakukan sebagai aksi protes atas kebijakan universitas yang menaikkan biaya perkuliahan.

Selain memblokir kampus, sejumlah mahasiswa juga membakar ban bekas. Aksi di jalan ini sempat mengganggu arus lalu lintas.  Sempat terjadi insiden melibatkan demonstran dengan mahasiswa lain yang tidak ikut aksi tersebut. Pasalnya para pendemo meminta mereka untuk bergabung.

Mahasiswa yang berada di dalam kampus bersikukuh tidak bergabung dan memilih meninggalkan halaman kampus.  Aksi ini dikawal ketat sejumlah aparat kepolsian dari Polsek Amban dan Satlantas Polres Manokwari.

Berselang berapa jam, Rektor Unipa, Jacob Manusawai, menghampiri para mahasiswa.

Kapolres Manokwari, AKBP Christian Rony yang mendampingi rektor Unipa, sempat menolak kehadiran kapolres. “Biar kami yang selesaikan sendiri,” kata salah satu orator sebelum Kapolres memilih meninggalkan lokasi tersebut.

Sementara itu Jacob Manusawai usai mendengar tuntutan mahasiswanya, menyatakan SK kenaikan SPP akan dicabut dengan catatan presiden mahasiswa mesti menyusun anggaran untuk membiayai pendidikan di Unipa.

Penyampaian pencabutan kenaikan SPP tersebut disambut sorak mahasiswa. Mereka lalu bersalaman dengan rektornya.

Salah satu orator aksi demo, Rusman, menyatakan aksi demo mahasiswa merupakan kelanjutan dari pertemuan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).

“Kami dari BEM melakukan aksi spontanitas hari ini  karena  hasil mediasi dengan rektor tidak mendapatkan jawaban. Kami menuntut  Rektor agar  mencabut SK kenaikan SPP bagi mahasiswa yang baru masuk,” katanya.

Alasan tuntutan itu adalah latar belakang ekonomi mahasiswa kebanyakan dari keluarga tidak mampu.

Lorentinus Karet, Sekjen BEM Unipa menambahkan, pihaknya akan bertemu dengan pemerintah provinsi dan lembaga legislatif untuk meminta penambahan kucuran dana untuk Unipa agar tidak membebani mahasiswa.

Sementara itu Hendrik Arwan, Wakil Rektor III mengatakan bahwa kenaikan ini tidak akan terjadi jika ada penyantun dana. Dukungan dana yang memadai bisa menghasilkan keluaran yang baik termasuk juga fasilitas. (one/cr-78)

Tinggalkan Balasan