Ilustrasi

Majelis Hakim Kabulkan Permohonan Rumadas sebagai Tahanan Kota

MANOKWARI, Cahayapapua.com—- Majelis hakim pengadilan tindak pidana korupsi Papua Barat mengabulkan permohonan mantan sekda Papua Barat Marthen Luther Rumadas, dalam kasus dugaan korupsi pembangunan jalan trans Sorong Papua Barat Aywasi – Kebar, sebagai tahanan kota.

Dalam sidang yang dipimpin ketua majelis hakim Andri H. Harsono itu terdakwa dibolehkan menjadi tahanan kota karena alasan kemanusiaan.

Kuasa hukum terdakwa, Jimmy Ell kepada wartawan usai sidang, Selasa (9/8), mengakui permintaan klienya dikabulkan majelis hakim setelah 4 kali mengajukan permohonan.

“Sebelum terdakwa ditetapkan jadi tersangka dalam kasus pembayaran ganti rugi Rp 78 miliar pembangunan jalan aywasi kebar, Rumadas sudah dioperasi dan dilakukan pemasangan cincin di jantungnya,” kata Jimmy.

Hal ini menjadi alasan sehingga terdakwa mengajukan permohonan tahanan Kota untuk alasan berobat. “Status tahanan kota ini sepanjang proses persidangan bila majelis hakim memandang masih dilanjutkan tahanan kota maka terdakwa tetap mengikuti,” tambah dia.

Selain itu sebelum putusan majelis atas status tahanan terdakwa,  hakim meminta agar terdakwa selalu hadir dalam proses persidangan. “Kami tetap usahakan agar menghadirkan terdakwa dalam proses sidang, sebab itu merupakan permintaan majelis hakim, ” ujar Jimmy.

Marthen Luter Rumadas didakwa dalam kasus pembangunan jalan trans Sorong Papua Barat Aywasi – Kebar. Saat itu dia menjabat sebagai sekda Papua Barat tahun 2008. (MAR)

Tinggalkan Balasan