Kakanwil Agama Maluku Fesal Musaad saat membuka kegiatan Workshop peningkatan peran jurnalis dalam pemeliharaan kerukunan umat beragama tingkat nasional di Ambon 11 Agustus lalu.

Maluku Bentuk Forum Regional Kerukunan Antar Umat Beragama

AMBON, Cahayapapua.com—- Kementerian Agama RI sejak Kamis hingga 13 Agustus lalu menggelar workshop peningkatan peran jurnalis dalam pemeliharaan kerukunan umat beragama tingkat nasional di Ambon Maluku. Kegiatan ini melibatkan peserta dari kalangan Jurnalis di  11 Provinsi se Indonesia yang dibuka oleh Kepala Kementerian Agama Provinsi Maluku.

“Saya memuji kegiatan workshop yang digelar kementrian Agama di Ambon. Menurut saya  peran wartawan sangat strategis untuk menyuarakan perdamaian antar umat beragama,” ujar Gubernur Maluku Said Assegaf saat ditemui di kediamanya, Sabtu (12/8).

Sebagai tindaklanjut kegiatan tersebut, Kementerian Agama Maluku membentuk forum regional umat beragama yang melibatkan tiga provinsi yakni Papua, Papua Barat dan Provinsi Maluku.

“Selain konteks (forum regional kerukunan umat beragama) perdamaian antara umat beragama, bulan depan saya akan mengundang duta duta dari Negara Melanesia termasuk NTT, Papua dan Papua Barat hadir di Maluku.

Kita akan bangun dalam konteks perdagangan, misalnya potensi ikan, kita akan kirim ke sana dan juga sebaliknya apa yang di miliki negara pasifik,” ujar Mantan Sekda Provinsi Maluku ini.

Selain memiliki potensi ikan yang berlimpah, Provinsi Maluku saat ini menjadi laboratorium kerukunan antar umat beragama.

Menurut Kepala Kementerian Agama Maluku Fesal Musaad pihaknya saat menggagas forum regional kerukunan umat beragama dengan tujuan, “membuat dialog dialog agar mencegah potensi masalah intoleran di tiga wilayah ini. Bulan depan kita akan mengundang para pimpinan dari tiga wilayah agar membahas forum ini.”

Forum ini merupakan sebuah rekomendasi dalam pertemuan di Sorong Papua Barat baru-baru ini bersama Dirjen Kementerian Agama RI. “Forum ini merupakan bentuk koordinasi, tiga wilayah ini kan rentan terhadap isu isu intoleran. Pak menteri Agama sangat senang dengan ide ini,” katanya.

Forum regional kerukunan antar umat beragama di Provinsi Maluku, Papua dan Papua Barat ini nantinya akan memiliki badan pengurus. “Kita akan libatkan pengurus dari tiga wilayah ini. Nanti juga di agendakan dalam setiap periode secara bergantian dilakukan pertemuan bersama ” ujar Musaad. (MAR)

 

Tinggalkan Balasan