Ilustrasi. Foto: CAHAYAPAPUA.com | Duma Tato sanda

Mangroholo-Sira, Jadi Percontohan Hutan Desa di Tanah Papua

SORONG, CAHAYAPAPUA.com Wakil Bupati Sorong Selatan, Syamsudin Anggiloli, menyatakan kawasan hutan Mangroholo dan Sira di Sorong Selatan Provinsi Papua Barat merupakan percontohan hutan desa di Tanah Papua.

Hutan di kawasan ini menurutnya masih sangat subur, dengan sumber daya alam yang menjanjikan. Sebab itu pengelolaan yang salah dapat berakibat pada kehancuran negeri. “Tanah ini adalah milik ibu, harus dikelola oleh masyarakat itu sendiri,” ujarnya di Kampung Mangroholo, Distrik Saifi, Sorong Selatan, Papua Barat.

Rabu (13/11/2014), Syamsuddin Aggiloli bersama masyarakat adat setempat, menerima izin Hutan Desa atas kawasan hutan Mangroholo-Sira dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan– sebelumnya bernama Departemen Kehutanan.

Dengan Ijin itu, pelibatan masyarakat dalam pembangunan ekonomi daerah menurutnya akan semakin terbuka. Surat Keputusan (SK) izin hutan desa mencakup areal hutan seluas 3545 hektar, terdiri dari kawasan hutan Mangroholo seluas 1.695 Ha dan Kampung Sira seluas 1.850 Ha.

Kepala Bapedas (Badan pengelolaan Daerah Aliran Sungai) Remuransiki Djarot Prihambodo menegaskan kegiatan ini merupakan langkah awal. Selanjutnya masyarakat harus segera mengurus hak Pengelolaan Hutan Desa. Menurutnya hak pengelolaan ini berlaku selama 35 tahun. (Selengkapnya baca: Kemenangan Hutan Mangroholo-Sira, Sorong Selatan Melawan Invasi Sawit)

“Masyarakat harus segera mengurus ini karena yang mengeluarkan adalah Gubernur. Izin biasanya dikeluarkan berlaku selama 35 tahun. Oleh sebab itu LSM pendamping harus berkelanjutan mendampingi masyarakat, jangan sampai ditinggal di tengah jalan,” katanya.

Sejauh ini SK yang sudah dikeluarkan untuk Hutan Desa di Papua Barat sudah sekitar 14.550 ha, 11.000 ha di Kaimana, sekitar 3.500 ha di Sorsel. |PATRIX BARUMBUN TANDIRERUNG

Tinggalkan Balasan